{"id":1847,"date":"2018-12-27T11:56:59","date_gmt":"2018-12-27T11:56:59","guid":{"rendered":"http:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/?p=1847"},"modified":"2018-12-27T11:56:59","modified_gmt":"2018-12-27T11:56:59","slug":"bentuk-kepedulian-mahasiswa-ips-untuk-korban-tsunami-selat-suda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/2018\/12\/27\/bentuk-kepedulian-mahasiswa-ips-untuk-korban-tsunami-selat-suda\/","title":{"rendered":"Bentuk Kepedulian Mahasiswa IPS untuk korban tsunami selat Sunda"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai bentuk simpati terhadap korban bencana alam tsunami yang \nmelanda wilayah Banten dan Lampung, banyak instansi pendidikan maupun \ninstansi pemerintahan di Kota Metro yang menggelar penggalangan dana \nuntuk meringankan beban korban bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dari Himpunan \nMahasiswa Jurusan Tadris IPS IAIN Metro. Para mahasiswa itu menggalang \ndana selama dua hari berturut-turut yakni dari Rabu (26\/12) dan Kamis \n(27\/12).<\/p>\n\n\n\n<p>Arif Rizki Tubagus selaku koordinator penggalangan dana mengatakan  penggalangan dana yang dilakukan bukan hanya uang saja, akan tetapi  berupa pakaian bekas yang masih layak pakai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBanyak mahasiswa diluar jurusan kami yang ikut serta membantu dalam \npenggalangan dana, kemudian kami lanjutkan dengan penggalngn donasi di \ntaman atau alun-alun kota Metro dan sekitarnya.\u201d Ungkap Luthfi<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya aksi tersebut murni inisiatif dari HMJ IPS sebagai bentuk \npeduli korban bencana alam, dari aksi dua hari itu dana yang terkumpul \nmencapai 6,2 juta rupiah.<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya dana yang terkumpul akan dihimpun secara kolektif ke Aliansi\n Mahasiswa Pendidikan IPS se-Indonesia kemudian dikirim ke para korban \nbencana alam tsunami di selat sunda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai bentuk simpati terhadap korban bencana alam tsunami yang melanda wilayah Banten dan Lampung, banyak instansi pendidikan maupun instansi pemerintahan di Kota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":1848,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,8,25,1],"tags":[],"class_list":["post-1847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-ftik","category-tips","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1847\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftik.metrouniv.ac.id\/piaud\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}