Yogyakarta, ftik.metrouniv.ac.id – Sabtu-Ahad, 24-25 November 2018. Program Studi Tadris IPS FTIK IAIN metro Lampung secara resmi bergabung dengan asosiasi program studi pendidikan IPS Indonesia (APRIPSI). Pada acara tersebut, prodi Tadris IPS FTIK IAIN Metro juga sekaligus turut andil dalam perumusan Learning Outcome (LO) S-1 pendidikan IPS. Acara ini dilaksanakan di prodi S-1 pendisikan IPS FIS UNY. Dipilihnya UNY, sebagai tuan rumah karena perguruan tinggi ini melalui prodi pendidikan IPS FIS yang telah mendapatkan hibah perumusan LO dari Dirjen Belmawa kemenristekdikti.
Dalam sambutannya ketua APRIPSI Prof. dr. Nana Supriyatna menegaskan bahwa LO prodi pendidikan/ tadris IPS harus memiliki standar minimal yang berlaku diseluruh Indonesia sekaligus memiliki integrasi dengan program PPG, dan pascasarjananya. Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Ajad Sudrajat selaku Dekan FIS UNY menyampaikan bahwa LO prodi IPS sangat mendesak untuk dirumuskan, karena selain sebagai standar minimal juga sebagai bahan untuk memperkuat lulusan agar mampu mengisi formasi guru IPS di SMP/MTs yang selama ini diisi oleh latar belakang pendidikan geografi, ekonomi atau sejarah.
FIS UNY juga memfasilitasi publikasi ilmiah bagi dosen pendidikan IPS melalui jurnal yang ada di FIS dan telah terakreditasi. Hasil ini nantinya akan di SK-kan secara nasional melalui APRIPSI dan diajukan ke BKN dan Dirjen Belmawa kemenristekdikti. Prodi tadris IPS IAIN metro dan UIN MALIKI malang juga merumuskan LO tadris IPS yang memiliki kekhasan integrasi nilai-nilai keIslaman dengan keilmuan Pendidikan IPS, dan hal tersebut di amin kan dalam sidang komisi dan pleno.
