- Prodi PGMI UIN Jusila Selenggarakan Kajian Filsafat: Gerakan Epistemologi
Dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Negri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) menyelenggarakan Kajian Filsafat dengan tema Gerakan Epistemologi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, bertempat di Kampus I UIN Jusilan Gedung Pasca Lt.I.A , 29 – 30 Mei 2025.
Kajian ini menghadirkan Rahmad Ari Wibowo, M.Fil.I sebagai pemateri sekaligus Dosen PGMI. Kajian ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Jusila, serta perwakilan dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Universitas Ma’arif Lampung (UMALA). Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.
Pada hari pertama (29 Mei 2025), Rahmad Ari Wibowo menjelaskan dasar-dasar epistemologi sebagai cabang filsafat pengetahuan. Ia menekankan pentingnya melatih cara berpikir yang rasional, sistematis, radikal, dan berbasis fakta, agar mahasiswa mampu membangun pola pikir yang kritis dan terstruktur.
Sementara itu, hari kedua (31 Agustus 2025) difokuskan pada pendalaman materi. Rahmad Ari Wibowo menyoroti hubungan antara epistemologi dengan kehidupan akademik dan sosial mahasiswa. Ia juga menekankan bahwa keterampilan retorika menjadi pelengkap penting bagi mahasiswa dalam menyampaikan gagasan secara tepat dan meyakinkan.
Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan bahwa gerakan epistemologi bertujuan untuk melatih logika berpikir yang rasional, sistematis, radikal, dan berbasis fakta. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak untuk memahami pentingnya ilmu retorika sebagai keterampilan berbicara agar dapat menyampaikan ide dengan runtut, kritis, dan meyakinkan.
“Epistemologi bukan sekadar teori filsafat, melainkan latihan untuk membiasakan diri berpikir jernih, terstruktur, dan berani menyampaikan pendapat dengan cara yang santun,” ujarnya.
Tri Wahyuni PGMI²³ menyampaikan kesannya, “Kegiatan ini membuka wawasan saya tentang pentingnya berpikir rasional dan sistematis. Saya juga belajar bagaimana cara berbicara yang lebih percaya diri di hadapan orang banyak.”
Dengan adanya kegiatan ini, Rahmad Ari Wibowo berharap mahasiswa dapat berfikir kritis dan sistematis dalam menganalisis problem masyarakat dan pendidikan.
(Destiya Zahra)