Workshop Epistemologi Kepengurusan HMPS PGMI: Berpikir Rasional, Bertindak Bijak

Metro – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) melaksanakan Workshop Epistemologi pada hari Jumat, 7 November 2025. Kegiatan ini diselenggarakan secara internal dan hanya dihadiri oleh anggota HMPS PGMI, bertujuan untuk membentuk dan menjaga budaya literasi mahasiswa untuk mewujudkan pergerakan mahasiswa berdasarkan pada paradigma titik transformasi.

Workshop yang bertempat di Gedung Pasca Lt.II. Pemateri Bapak Ari Wibowo, M.Fil.I., yang menjabat sebagai Sekretaris Program Studi PGMI. Beliau dikenal sebagai akademisi yang memiliki fokus pada bidang filsafat pendidikan.

“Kajian Epistemologi, mahasiswa dapat berfikir kritis dan moderat dalam memahami dan menyikapi fakta sosial”harapannya.

Dalam pemaparannya, Bapak Rahmad Ari Wibowo menekankan bahwa epistemologi—atau teori pengetahuan adalah fondasi penting.
“Sebagai pengurus HMPS penting untuk memahami bagaimana kita memperoleh pengetahuan, apa batasannya, dan dapat mempengaruhi cara berfikir, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Epistemologi melatih logika berpikir yang sistematis dan berbasis bukti,” ujar Bapak Rahmad Ari Wibowo dalam sesi materi.

Kajian yang berlangsung hangat dan interaktif ini dipenuhi dengan diskusi mengenai berbagai aliran epistemologi, mulai dari rasionalisme, empirisme. Peserta juga diajak untuk membagi kelompok dan berdiskusi bersama.

Afrizal Fadli (PGMI’24) menanggapi terselenggaranya workshop ini.”Adanya workshop ini dapat menambah pengetahuan dan jugaaa pengalaman sehingga mahasiswa bisa berfikir kritis dan mengetahui sejarah filsafat” ujarnya.

Dan tanggapan yang tidak kalah berkesan datang dari Exsa Migdad Alparizi (PGMI’23) “Setelah mempelajari workshop epistemologi saya mendapatkan wawasan dan pemahaman tentang rasionalisme (cara berpikir) yang kongkrit dan kritis ketika dihadapi dengan masalah, mendapatkan ilmu yg nilainya seperti emas yang mahal, mungkin tidak didapatkan di mata kuliah, menjadikan kemandirian yg lebih tangguh dengan pemecahan masalah tanpa egois sekedar dengan akal melainkan dengan tindakan yg lebih profesional, mendapatkan wawasan ilmu yang bisa dijadikan sebagai acuan dan pondasi yang mungkin didapat dimasyarakat ataupun dimana pun, dan dapat membentengi diri agar menjadikan pribadi yang lebih mandiri dan mempunyai empati ke sesama.

(Admin/D)