Mahasiswa Tadris Biologi UIN Jurai Siwo Lampung Belajar Penerapan Biologi melalui KKL di Firna Jamur

Metro, 27 Agustus 2026, Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Firna Jamur, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Lampung. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep biologi yang diperoleh selama perkuliahan dengan penerapannya di lapangan.

Kegiatan KKL dilaksanakan oleh Kelompok 4 yang terdiri atas lima mahasiswa, yaitu Bekti Endra Jati, Indah Raiza Pratiwi, Kaylila Putri Yosinta, Vania Prima Aurellia, dan Yupita Pratama. Pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai 20 hingga 27 Agustus 2026 dengan fokus pada proses produksi bibit dan media tanam (baglog) jamur tiram.

Selama kegiatan, mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai tahapan produksi. Kegiatan diawali dengan perebusan dan pemilihan jagung yang akan digunakan sebagai media bibit, dilanjutkan dengan persiapan serta pencampuran media tanam yang terdiri atas serbuk kayu karet, bekatul, jagung giling, dolomit, dan air. Media tersebut kemudian difermentasi sebelum digunakan dalam pembuatan baglog.

Mahasiswa juga mempraktikkan pembuatan baglog dengan memasukkan media serbuk kayu ke dalam plastik, melakukan pemadatan, kemudian mempersiapkannya untuk proses sterilisasi. Selain itu, mahasiswa mempelajari penyiapan media bibit menggunakan jagung, termasuk proses pengemasan dan sterilisasi untuk mengurangi risiko kontaminasi mikroorganisme.

Pada tahap pembibitan, mahasiswa melakukan inokulasi bibit jamur pada media yang telah disterilisasi. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kebersihan, ketelitian, dan pemerataan penyebaran bibit agar mendukung pertumbuhan miselium. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya teknik aseptik dalam mencegah kontaminasi selama proses produksi bibit jamur.

Kegiatan KKL di Firna Jamur memberikan pengalaman nyata mengenai keterkaitan berbagai konsep biologi dengan proses produksi jamur tiram. Beberapa konsep yang dipelajari antara lain morfologi dan struktur tubuh jamur, fisiologi pertumbuhan, nutrisi dan metabolisme, dekomposisi bahan organik, mikrobiologi, fermentasi, sterilisasi, teknik aseptik, serta bioteknologi.

Melalui proses pembuatan baglog, mahasiswa juga memahami bahwa serbuk kayu dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik bagi pertumbuhan jamur. Penambahan bekatul dan jagung giling berperan sebagai sumber nutrisi tambahan, sementara dolomit membantu menciptakan kondisi media yang sesuai bagi pertumbuhan miselium.

Tidak hanya aspek teknis, kegiatan ini turut melatih mahasiswa untuk bekerja secara disiplin, teliti, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam kelompok. Interaksi dengan pembimbing lapangan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman praktis serta memahami penerapan ilmu biologi dalam dunia usaha.

Pelaksanaan KKL di Firna Jamur menunjukkan bahwa pembelajaran biologi tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja dan masyarakat. Kegiatan ini memberikan wawasan kepada mahasiswa bahwa ilmu biologi, khususnya mikrobiologi dan bioteknologi, memiliki peluang untuk diterapkan dalam bidang budidaya serta kewirausahaan berbasis sumber daya hayati.