Mahasiswa Tadris Biologi Laksanakan Kuliah Lapangan di Ekowisata Taman Hutan Raya (TAHURA), Bandar Lampung

 

Gambar 1. Mahasiswa, Asisten Lapangan, Dosen Pembimbing, dan Pengelola TAHURA berfoto bersama setelah selesai kegiatan

 

Kamis, 17 Oktober 2024, mahasiswa Program Studi Tadris Biologi IAIN Metro melaksanakan kuliah lapangan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (TAHURA WAR), Bandar Lampung (Gambar 1). sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran Ekologi Pariwisata. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa dengan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Ekologi Pariwisata, Anisatu Z. Wakhidah, S.Si., M.Si. dan asisten perkuliahan lapangan. Kuliah lapangan di TAHURA bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan ekowisatan TAHURA yang berbasis 5 prinsip ekowisata, yaitu pemberdayaan masyarakat, wisata berbasis alam, sustainability, konservasi sumber daya alam, dan pendidikan.

TAHURA dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki kekayaan ekosistem hutan yang beragam serta keunikan flora dan fauna yang dapat memberikan pengalaman belajar yang nyata. Pada kegiatan ini, mahasiswa mengujungi dua lokasi yang termasuk dalam kawasan TAHURA WAR, yaitu Penangkaran Rusa dan Youth Camp. Di Penangkaran Rusa, pengelola TAHURA  melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar kawaean, seperti pengolahan gula aren, pengelolaaan kopi, dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan taman penangkaran rusa timor (Cervus timorensis) (Gambar 2). Mahasiswa diajak untuk belajar mengenai keanekaragaman hayati, pengelolaan ekosistem hutan, serta praktik konservasi lingkungan secara langsung di lapangan seperti kegiatan pelepasliaran burung di dekat kawasan penangkaran rusa.

Gambar 2. Mahasiswa, Asisten Lapangan berfoto bersama setelah pengamatan prilaku makan rusa di penangkaran rusa TAHURA

 

Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan langsung mengenai strategi pengelolaan kawasan hutan dan program konservasi yang dilaksanakan di TAHURA. Proses pembelajaran berlangsung interaktif, dengan mahasiswa aktif bertanya dan berdiskusi tentang metode pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Mereka juga belajar mengenai pengolahan gula aren dan kopi langsung dari masyarakat lokal (Gambar 3). Mahasiswa juga belajar mengenai pembagian lahan untuk masyarakat sekitar TAHURA agar sumber daya alam yang ada didalam dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Gambar 3. Mahasiswa, Asisten Lapangan, dan pengelola TAHURA berfoto bersama dengan masyarakat pengelola hasil hutan non kayu di sekitar kawasan TAHURA

 

Di lokasi kedua, Youth Camp (Gambar 4A), mahasiswa para mahasiswa berkesempatan untuk mengobservasi langsung berbagai jenis tumbuhan yang terdapat di jalur menuju air terjun kiri (Gambar 4B). Para mahasiswa juga melakukan dokumentasi beberapa jenis flora yang ditemukan di kawasan hutan TAHURA. Wisata berbasis alam yang ditawakan TAHURA di kawasan ini yaitu tracking, bird watching, dan camping. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi mahasiswa tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian hutan sebagai paru-paru dunia. Dengan kuliah lapangan seperti ini, di harapkan mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di kelas dalam situasi nyata, sehingga mereka lebih siap menjadi generasi penerus yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Gambar 4. Mahasiswa, Asisten Lapangan, dan pengelola TAHURA berfoto bersama di Youth Camp – Bumi Perkemahan TAHURA (A); Air Terjun sebelah kiri (B).

 

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan dapat membawa ilmu dan pengalaman baru serta memiliki pemahaman yang lebih luas tentang peran penting hutan dalam menjaga ekosistem dan kehidupan manusia.