UIN Jurai Siwo Lampung โ Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Workshop Inovasi Sumber Belajar, Media Ajar, dan Aplikasi Pembelajaran Biologi Society 5.0 pada 29โ30 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa/i Tadris Biologi dan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dr. Siti Annisah, M.Pd.

Kegiatan workshop ini menghadirkan Ibu Ajeng Purnama Heny, M.Pd. sebagai narasumber. Workshop diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan sumber belajar, media ajar, serta inovasi pembelajaran Biologi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan di era Society 5.0.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai pemahaman sumber belajar dan media pembelajaran. Narasumber menjelaskan bahwa sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pengalaman belajar. Sumber belajar tidak hanya berasal dari buku atau materi yang disampaikan guru, tetapi juga dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sarana pembelajaran yang lebih kontekstual.

Dalam pembelajaran Biologi, lingkungan dapat menjadi sumber belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Melalui pengamatan terhadap lingkungan sekolah maupun rumah, peserta didik dapat mempelajari berbagai komponen biotik dan abiotik, memahami hubungan antarorganisme, menganalisis permasalahan lingkungan, hingga merancang solusi terhadap permasalahan yang ditemukan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran menjadi lebih aktif, kontekstual, dan bermakna.
Selain membahas sumber belajar, narasumber juga menjelaskan berbagai jenis media pembelajaran, seperti media audio, visual, dan audiovisual. Penggunaan media yang tepat dapat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Materi berikutnya membahas tentang pembelajaran berdiferensiasi, yang meliputi diferensiasi proses, produk, dan konten. Diferensiasi proses berfokus pada cara peserta didik mengolah dan memahami materi, diferensiasi produk berkaitan dengan hasil atau bukti pemahaman peserta didik setelah mengikuti pembelajaran, sedangkan diferensiasi konten berfokus pada materi yang dipelajari. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai karya inovasi dalam pembelajaran sebagai produk, metode, atau solusi baru yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dan permasalahan tertentu.
Memasuki hari kedua, kegiatan workshop dilanjutkan dengan materi mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Narasumber menjelaskan bahwa HaKI atau Kekayaan Intelektual merupakan hak hukum yang diberikan kepada seseorang maupun kelompok atas hasil pemikiran, kreativitas, penemuan, atau karya yang telah diciptakan.
Dalam pemaparannya, dijelaskan beberapa jenis HaKI, di antaranya hak cipta, paten, merek, desain industri, rahasia dagang, dan indikasi geografis. Materi ini penting diberikan kepada mahasiswa sebagai bentuk pemahaman mengenai perlindungan terhadap karya dan inovasi yang dihasilkan.
Narasumber juga menjelaskan beberapa persyaratan dalam pengajuan atau pencatatan Hak Kekayaan Intelektual. Karya yang akan didaftarkan harus telah diwujudkan dalam bentuk nyata dan merupakan hasil kreativitas sendiri, bukan hasil menjiplak karya orang lain. Selain itu, diperlukan identitas pencipta dan pemegang hak, judul karya, informasi mengenai waktu dan tempat pertama kali karya diumumkan, contoh karya, serta surat pernyataan kepemilikan atau keaslian karya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui materi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai karya intelektual dan menjaga keaslian sebuah karya. HaKI menjadi salah satu bentuk perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas seseorang agar tidak digunakan atau dijiplak oleh pihak lain tanpa izin. Oleh karena itu, mahasiswa juga diharapkan dapat memahami pentingnya memperhatikan hak dan izin pencipta sebelum menggunakan karya milik orang lain.
Kegiatan Workshop Inovasi Sumber Belajar, Media Ajar, dan Aplikasi Pembelajaran Biologi Society 5.0 memberikan dampak positif bagi mahasiswa/i Tadris Biologi, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pengembangan sumber belajar dan media pembelajaran yang inovatif. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan tentang pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, penggunaan berbagai jenis media pembelajaran, penerapan pembelajaran berdiferensiasi, serta pentingnya menciptakan karya inovatif dalam proses pembelajaran Biologi.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya Hak atas Kekayaan Intelektual sebagai bentuk perlindungan terhadap hasil kreativitas dan inovasi. Mahasiswa diharapkan mampu lebih menghargai karya intelektual, memahami pentingnya keaslian karya, serta memperhatikan hak dan izin dalam penggunaan karya milik orang lain.
Output dari kegiatan workshop ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam merancang serta mengembangkan sumber belajar dan media ajar Biologi yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan Society 5.0. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan gagasan maupun karya inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran, serta memiliki kesadaran untuk melindungi karya yang dihasilkan melalui pemahaman mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Tadris Biologi FTIK UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan dapat terus mendorong mahasiswa untuk menjadi calon pendidik yang kreatif, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi serta tantangan pendidikan di masa depan.