Program Studi Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Seminar Pendidikan Lingkungan Hidup dengan tema “Science and Environmental Education for Sustainable Future” pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan ini bertempat di Ruang Teater GAC Kampus 2 Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Tadris Biologi serta siswa dan siswi peserta Olimpiade Biologi.
Seminar ini dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan Olimpiade Biologi selesai, yaitu pada pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pendidikan lingkungan hidup serta memberikan wawasan terkait pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan seminar menghadirkan pemateri Bapak Mulyadi, yang lahir di Tulang Bawang pada 7 Juli 1983. Beliau merupakan Direktur Bank Sampah Hatim Berseri yang berlokasi di Kampung Lebah 22, Metro. Melalui pengalaman dan keterlibatannya dalam pengelolaan lingkungan, beliau menyampaikan materi mengenai “Bank Sampah Hatim Berseri: Mengubah Sampah Menjadi Manfaat.”
Dalam pemaparannya, Bapak Mulyadi menjelaskan bahwa permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah secara tepat, salah satunya melalui program bank sampah. Program tersebut tidak hanya berperan dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang, tetapi juga memberikan nilai manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Gambar 1. Penyampaian Materi oleh Bapak Mulyadi Direktur Bank Sampah Hatim Berseri
Beliau menjelaskan bahwa sampah secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang berguna, seperti kompos, pupuk, pakan ternak, serta eco-enzyme. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan besi dapat dikumpulkan melalui bank sampah untuk kemudian dipilah dan didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Lebih lanjut, Bapak Mulyadi menyampaikan bahwa keberadaan bank sampah menjadi salah satu bentuk penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Melalui konsep tersebut, masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta mendaur ulang sampah agar tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan.
Kegiatan seminar berlangsung dengan antusias, ditandai dengan perhatian peserta selama penyampaian materi serta adanya interaksi antara pemateri dan peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan siswa diharapkan mampu memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab individu tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyerahan piagam penghargaan kepada Bapak Mulyadi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang telah diberikan dalam kegiatan Seminar Pendidikan Lingkungan Hidup. Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Biologi, Dwy Alvina Vebiola.
Gambar 2. Penyerahan Piagam Penghargaan
Melalui kegiatan seminar ini, Program Studi Tadris Biologi berharap dapat terus memberikan edukasi dan membangun kepedulian generasi muda terhadap isu-isu lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, kesadaran, serta kepedulian untuk menjaga lingkungan demi terwujudnya masa depan yang berkelanjutan sesuai dengan tema kegiatan, yaitu “Science and Environmental Education for Sustainable Future.”
Gambar 3. Foto bersama dengan Bapak Mulyadi