Visiting Lecturer Tadris Biologi UIN Jurai Siwo Lampung Bahas Pendidikan Biologi Berorientasi SDGs untuk Membangun Generasi Peduli Lingkungan

UIN Jurai Siwo Lampung — Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer dengan tema “Pendidikan Biologi Berorientasi Sustainable Development Goals (SDGs): Membangun Generasi Peduli Lingkungan” pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa/i Tadris Biologi dengan menghadirkan dua dosen dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yaitu Bapak Riko Aprianto, M.Pd. dan Ibu Harlis Febriana, M.Pd. sebagai pemateri.

 

Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran pendidikan Biologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Riko Aprianto, M.Pd., yang membahas keterkaitan pendidikan Biologi dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. SDGs merupakan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengatasi berbagai permasalahan global, menjaga kelestarian planet, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tahun 2030.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan juga harus bersifat inklusif agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan siapa pun.

Pendidikan Biologi memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian sejumlah tujuan SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 14 dan SDG 15 tentang kehidupan di bawah air dan kehidupan di darat. Materi Biologi, seperti ekologi, daur materi, keanekaragaman hayati, pencemaran lingkungan, dan bioteknologi lingkungan, dapat diintegrasikan dengan isu-isu tersebut agar pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Narasumber juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis aksi nyata. Mahasiswa sebagai calon pendidik diharapkan mampu menghubungkan teori dengan kondisi lingkungan sekitar, menganalisis permasalahan, serta merancang solusi yang dapat diterapkan. Selain itu, pemanfaatan keanekaragaman hayati harus disertai etika dan tanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Pembahasan turut menyoroti berbagai persoalan lingkungan, seperti banjir bandang, penebangan hutan secara bebas, pembakaran hutan, pencemaran sungai, dan pertambangan ilegal. Untuk menghadapi persoalan tersebut, generasi muda perlu memiliki literasi ekologi, kemampuan berpikir kritis dan sistematis, serta kreativitas dalam menghasilkan solusi yang ramah lingkungan.

Narasumber juga memperkenalkan lima prinsip pengelolaan sampah, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Replace (mengganti). Penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Sesi kedua disampaikan oleh Ibu Harlis Febriana, M.Pd., yang membahas peran pendidikan Biologi dalam membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak cukup diukur dari kemampuan peserta didik menghafal materi, tetapi juga dari perubahan perilaku dan kemampuan mereka mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber mengajak peserta membedakan pembelajaran yang hanya berorientasi pada hafalan dengan pembelajaran yang mendorong kepedulian dan tindakan. Peserta didik tidak hanya dituntut memahami jenis-jenis pencemaran atau menjelaskan penyebab kerusakan ekosistem, tetapi juga perlu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan mampu mengambil keputusan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan.

Pendidikan Biologi yang berorientasi pada SDGs perlu mendorong peserta didik melalui tahapan memahami, menumbuhkan kepedulian, mengenali permasalahan, dan melakukan tindakan nyata. Salah satu contohnya adalah permasalahan pencemaran air yang berkaitan dengan SDG 6, yaitu menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang layak.

Melalui pendekatan tersebut, pendidikan Biologi diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memahami konsep ilmiah, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan kemauan untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, guru Biologi memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kepedulian lingkungan melalui proses pembelajaran yang bermakna dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

 

Kegiatan Visiting Lecturer ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa/i Tadris Biologi, terutama dalam memperluas pemahaman mengenai hubungan antara pendidikan Biologi, pembangunan berkelanjutan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui materi dari kedua pemateri, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai penerapan SDGs dalam pembelajaran, integrasi isu lingkungan ke dalam materi Biologi, serta pentingnya membangun karakter generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, literasi ekologi, dan keterampilan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan lingkungan serta merancang solusi yang berkelanjutan. Mahasiswa juga didorong untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dengan prinsip 5R, serta mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan tindakan nyata.

Output dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pendidikan Biologi berorientasi SDGs, serta terbentuknya gagasan awal untuk mengembangkan kegiatan atau proyek pembelajaran berbasis lingkungan. Gagasan tersebut dapat berupa pengamatan ekosistem lokal, edukasi pengelolaan sampah, kajian pencemaran air, maupun kegiatan konservasi keanekaragaman hayati yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Biologi FTIK UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan terus mendorong pengembangan wawasan akademik mahasiswa dan mempersiapkan calon pendidik Biologi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan perilaku berkelanjutan kepada generasi mendatang.