Workshop Karya Inovasi Tadris IPS Dorong Peningkatan Kualitas Publikasi Artikel Ilmiah

Workshop Karya Inovasi Tadris IPS Dorong Peningkatan Kualitas Publikasi Artikel Ilmiah

Program Studi Tadris IPS menyelenggarakan Workshop Karya Inovasi Mahasiswa dan Dosen Tadris IPS secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 27–28 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan Rinaldo Adi Pratama, M.Pd. dari Universitas Lampung sebagai narasumber, diikuti oleh Dosen Tadris IPS dan mahasiswa Tadris IPS angkatan 2023, 2024, dan 2025. Kegiatan workshop menjadi salah satu upaya Program Studi Tadris IPS dalam memberikan wawasan, motivasi, dan keterampilan kepada mahasiswa maupun dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai penulisan artikel ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk memahami proses publikasi artikel pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.

Kamis, 27 Agustus 2026, workshop hari pertama dimulai dengan tema “Peningkatan Kualitas Artikel Ilmiah untuk Publikasi Jurnal Nasional Terakreditasi dan Jurnal Internasional Bereputasi.” Kegiatan dibuka oleh moderator Chelsea Azzahra dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kaprodi Tadris IPS, Anita Lisdiana, M.Pd. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa workshop menjadi salah satu upaya Program Studi Tadris IPS untuk mendorong mahasiswa dan dosen menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Dalam pemaparannya, nara membahas berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah, mulai dari menentukan target jurnal, memperjelas kontribusi dan kebaruan penelitian, memperkuat metode dan data, hingga memperhatikan struktur artikel. Peserta juga memperkenalkan cara editor menilai naskah melalui aspek cakupan, kontribusi, struktur, bukti, dan etika.

Workshop berlangsung secara interaktif. Narasumber tidak hanya menyampaikan materi melalui presentasi, namun juga memberikan pertanyaan kepada peserta untuk mengetahui tingkat pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif selama kegiatan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan review terhadap artikel atau naskah yang telah dibuat sebelumnya. Dalam proses tersebut, peserta diarahkan melalui lima keputusan penting untuk mengubah naskah menjadi artikel yang lebih siap diarahkan ke jurnal target. Kelima langkah tersebut meliputi menentukan target jurnal utama dan jurnal cadangan, melakukan revisi terhadap judul, abstrak, dan pendahuluan sesuai ruang lingkup jurnal, memperjelas kebaruan dengan rumus 3C, memperkuat metode dan data yang mempertahankan klaim, serta melakukan finalisasi format, referensi, kesamaan, dan etika publikasi. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak lagi memandang artikel ilmiah hanya sebagai tugas akademik, tetapi sebagai karya yang perlu memiliki arah, argumentasi, bukti, dan kontribusi yang jelas.

Workshop dilanjutkan pada hari Jumat, 28 Agustus 2026. Pada hari kedua, kegiatan mengangkat tema “Coaching Clinic Publikasi Artikel Ilmiah: Penyempurnaan Manuskrip, Strategi Submission, Respon Reviewer dan Etika Publikasi.” Kegiatan kembali menghadirkan Rinaldo Adi Pratama, M.Pd. sebagai narasumber dan Chelsea Azzahra sebagai moderator. Jika pada hari pertama peserta memperoleh pemahaman mengenai peningkatan kualitas artikel, maka pada hari kedua pembahasan lebih diarahkan pada proses penyempurnaan naskah hingga siap untuk dituangkan ke jurnal. Peserta mendapatkan pendampingan mengenai bagaimana melakukan diagnosis terhadap naskah, memperbaiki struktur artikel, menentukan tujuan jurnal, melakukan simulasi penyerahan, serta mempersiapkan diri dalam menghadapi komentar reviewer. Dalam sesi coaching Clinic , narasumber menjelaskan beberapa tahapan penting, di antaranya naskah bedah, perbaikan struktur, pemilihan jurnal, penyerahan simulasi, dan strategi merespons reviewer. Pada tahap bedah naskah, peserta diarahkan untuk melihat kembali masalah, gap, metode, dan bukti yang terdapat dalam artikel. Selanjutnya, struktur artikel diperbaiki dengan mempertajam argumentasi, hasil, dan pembahasan.

Salah satu bagian penting dalam kegiatan hari kedua adalah penyerahan strategi . Narasumber menjelaskan bahwa pemilihan jurnal harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan ruang lingkup , status jurnal, template, dan etika publikasi. Peserta juga diawali dengan proses penyerahan melalui OJS, termasuk persiapan cover letter , file artikel, serta dokumen pendukung lainnya. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara menanggapi komentar reviewer. Komentar reviewer tidak seharusnya dianggap sebagai serangan pribadi, tetapi sebagai bagian dari proses perbaikan artikel. Oleh karena itu, tanggapan terhadap reviewer perlu disusun secara sistematis dan menjawab setiap komentar yang diberikan. Selain strategi publikasi, aspek etika menjadi perhatian penting dalam lokakarya. Narasumber menjelaskan beberapa risiko yang sering muncul dalam naskah awal, seperti plagiarisme, duplikasi penyerahan, manipulasi data, dan kepengarangan yang tidak adil. Peserta juga diingatkan mengenai pentingnya kejujuran terhadap sumber, data, dan kontribusi masing-masing penulis.

Dalam kegiatan coaching Clinic, peserta juga diarahkan untuk menyusun jurnal sasaran sebagai bagian dari strategi publikasi. Narasumber memberikan matriks target jurnal dengan menentukan lima target jurnal tujuan, yang terdiri atas tiga jurnal SINTA dan dua jurnal Scopus. Langkah tersebut bertujuan agar peserta memiliki tujuan publikasi yang jelas dan dapat menyesuaikan karakteristik artikel dengan jurnal yang dituju. Sebelum melakukan submission, peserta juga diarahkan untuk memperhatikan lima pertanyaan penting, yaitu masalah, kesenjangan, data, analisis, dan kontribusi. Kelima aspek tersebut menjadi dasar untuk memastikan bahwa artikel yang akan dikirim memiliki argumentasi dan arah ilmiah yang jelas.

Interaksi antara narasumber dan peserta juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kekurangan dalam naskah masing-masing. Dengan adanya tanya jawab, review, dan coaching, peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai proses pengembangan artikel ilmiah. Pada akhirnya, kegiatan selama dua hari tersebut menekankan bahwa artikel ilmiah yang baik harus memiliki arah yang jelas, mampu menjawab masalah, didukung bukti yang memadai, memasukkan ruang menyampaikan ilmiah yang relevan, dan menawarkan kontribusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan Workshop Karya Inovasi Mahasiswa dan Dosen Tadris IPS diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik dan publikasi di lingkungan Program Studi Tadris IPS. Melalui workshop ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik penulisan artikel, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses panjang yang harus dilalui sebelum sebuah artikel dapat dipublikasikan.