Semarang, Rabu, 12 Maret 2025- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang. Rombongan berjumlah 25 orang, dipimpin dan didampingi oleh Wakil Rektor I, Dekan, Para Wakil dekan, Kabag, ketua program studi, sekretaris prodi, dan tim FTIK UIN Jurai Siwo Lampung.

Rombongan disambut hangat oleh Dekan FITK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., beserta para wakil dekan, kaprodi, sekprodi, dan jajaran pimpinan fakultas.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Siti Annisah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan.

“Kemarin UIN Semarang datang ke fakultas kami, kami sambut dengan sangat sederhana. Tapi kami di sini disambut dengan sangat istimewa,” ujarnya disambut hangat oleh seluruh peserta.
Agenda benchmarking meliputi perkenalan kelembagaan, penguatan silaturahmi, serta pembahasan mendalam mengenai implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang sudah diterapkan di seluruh prodi FITK UIN Walisongo sejak satu tahun terakhir.
Wakil Dekan I FITK UIN Walisongo, Prof. Dr. Mahfud Junaedi, M.Ag., menjelaskan bahwa fakultas bersama kaprodi, sekprodi, dan tim kurikulum tengah mempersiapkan langkah menuju akreditasi internasional.
Sesi selanjutnya diisi dengan pemaparan dari Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris yang menjelaskan panduan penyusunan Kurikulum OBE serta perubahan sistem evaluasi pembelajaran yang tidak lagi menggunakan UTS dan UAS, tetapi digantikan dengan Ujian CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah).

Pada sesi tanya jawab, Nawang Wulandari, M.Pd.I., Sekprodi PBA UIN Jurai Siwo Lampung, menanyakan tentang program kelas internasional yang dikelola FITK UIN Walisongo serta kemungkinan pengurangan UKT bagi dosen-dosen UIN Jurai Siwo Lampung yang ingin melanjutkan studi di UIN Walisongo. Wakil Dekan I menjawab bahwa mahasiswa asing wajib berada di kelas internasional, sedangkan mahasiswa non-asing dapat masuk melalui seleksi. Peluang beasiswa terbuka apabila jumlah mahasiswa dari instansi tertentu mencapai sekitar 25 orang.
Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Rahmad Ari Wibowo, S.Pd.I., M.Fil.I., Sekretaris Prodi PGMI UIN Jurai Siwo Lampung mengenai strategi membangun tim kerja yang solid. Prof. Mahfud menjelaskan bahwa kekuatan tim di FITK UIN Walisongo terbentuk dari kolaborasi tim fakultas, tim prodi yang terdiri dari kaporodi, sekprodi, dosen muda serta dosen-dosen LB yang penuh semangat.


Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata, foto bersama, dan komitmen untuk memperkuat kolaborasi akademik antara kedua fakultas.
