Siap Mengajar, Siap Menginspirasi: 477 Mahasiswa FTIK Siap Jalankan Asistensi Mengajar

Metro, 27 Maret 2026 – Sebanyak 477 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung siap melaksanakan program Asistensi Mengajar yang dijadwalkan mulai 30 Maret 2026. Sebagai bentuk persiapan, FTIK menggelar kegiatan pembekalan bagi mahasiswa agar siap terjun langsung ke sekolah. Kegiatan pembekalan ini menjadi langkah penting untuk membekali mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun kesiapan mental, sebelum menjalankan tugas di lapangan sebagai calon pendidik.

Dalam sambutannya, Dekan FTIK, Dr. Siti Annisah, M.Pd. menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa secara aktif dan disiplin selama mengikuti program asistensi mengajar. Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menjaga nama baik kampus, membangun komunikasi yang baik, serta bersosialisasi dengan lingkungan sekolah secara positif.

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd. Kons. mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesiapan fisik dan psikologis selama menjalankan kegiatan. Selain itu, mahasiswa juga diingatkan untuk disiplin, tidak datang terlambat, bijak dalam penggunaan telepon genggam, menjaga tutur sapa, serta menguasai materi yang akan disampaikan di kelas. Hal tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga nama baik almamater.

Pada sesi materi, Bilqis Gaya Hasanah, S.Pd, Gr menyampaikan tema “Siap Mengajar, Siap Menginspirasi” dengan pendekatan pembelajaran deep learning. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pembelajaran yang bermakna tidak hanya sekadar aktivitas yang menyenangkan seperti tepuk tangan, tetapi juga harus mampu menghadirkan umpan balik dari siswa sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam proses belajar.

Wakil Dekan I, Dr. Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, M.Pd. juga menjelaskan berbagai hal terkait mekanisme pelaksanaan, aturan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan mahasiswa selama menjalankan program asistensi mengajar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pembelajaran deep learning maupun pelaksanaan asistensi mengajar di lapangan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan praktik, tetapi juga mampu tumbuh sebagai calon pendidik yang baik, baik dari segi pengetahuan maupun sikap. Dengan demikian, pelaksanaan asistensi mengajar tahun 2026 diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan pengalaman berharga dalam membentuk kompetensi sebagai calon guru profesional.