Malang, 23 Juni 2026 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menyelenggarakan Guest Lecture PGMI 2026 bertema “Menulis Karya Tulis Ilmiah di Era AI: Peluang, Tantangan, dan Integritas Akademik“. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini diikuti oleh mahasiswa PGMI sebagai upaya meningkatkan kemampuan akademik dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Guest Lecture menghadirkan dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Jurai Siwo Lampung, sebagai narasumber. Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami peluang dan tantangan penggunaan AI dalam penulisan karya ilmiah, sekaligus meneguhkan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam pemaparannya, Kunti Zahrotun Alfi menjelaskan bahwa kehadiran AI telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses mencari informasi, menyusun ide, hingga membantu penulisan karya ilmiah. Namun demikian, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis dan analitis seorang penulis.

“Mahasiswa tidak boleh langsung mempercayai seluruh informasi yang dihasilkan AI. Setiap informasi harus diverifikasi, dikaji kembali, dan disesuaikan dengan sumber-sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. AI membantu mempercepat proses, tetapi tanggung jawab terhadap isi tulisan tetap berada pada penulis,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini tersedia berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses akademik. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu terpaku pada satu aplikasi saja, seperti ChatGPT, karena terdapat banyak teknologi AI lain yang memiliki fungsi berbeda, mulai dari membantu pencarian referensi, penyuntingan bahasa, pengecekan tata bahasa, hingga pengelolaan sitasi.
Meski demikian, pemanfaatan berbagai teknologi tersebut harus tetap dilakukan secara etis dan sesuai dengan prinsip-prinsip akademik.

Lebih lanjut, Kunti menekankan bahwa penyusunan karya tulis ilmiah harus tetap mengacu pada kaidah penulisan ilmiah yang berlaku. Referensi yang digunakan sebaiknya berasal dari sumber-sumber ilmiah yang kredibel, seperti artikel jurnal bereputasi, buku akademik, prosiding, maupun publikasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“AI tidak dapat dijadikan satu-satunya sumber rujukan. Penulisan karya ilmiah harus didukung oleh referensi yang valid serta menggunakan berbagai aplikasi pengelola referensi dan basis data ilmiah agar kualitas tulisan tetap terjaga,” ungkapnya.

Selain membahas aspek teknis penulisan, narasumber juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah kemudahan akses teknologi. Menurutnya, kemajuan AI hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menjadi jalan pintas yang mengabaikan kejujuran akademik.
Melalui kegiatan Guest Lecture PGMI diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya memanfaatkan teknologi AI secara bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab. Selain meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya integritas akademik sehingga mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, orisinal, dan sesuai dengan standar akademik di era digital.
