Dekan FTIK: Jadikan Fakultas sebagai Rumah untuk Belajar, Bertumbuh, dan Berkarya

Metro, 2 September 2026 — Memasuki dunia perguruan tinggi merupakan awal dari perjalanan baru bagi mahasiswa. Bukan hanya tentang mendapatkan gelar akademik, tetapi juga tentang menemukan ruang untuk belajar, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan menghasilkan karya yang bermakna.

Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Siti Annisah, M.Pd., saat menyampaikan materi dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK Tahun 2026, yang dilaksanakan di Gedung Akademik Center (GAC) Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung, Rabu (2/9/2026).

Mengangkat tema “Mengenal FTIK: Rumah Belajar, Bertumbuh, dan Berkarya”, materi tersebut diberikan kepada 591 mahasiswa baru FTIK Tahun 2026 sebagai upaya memperkenalkan FTIK bukan sekadar sebagai tempat menempuh pendidikan, tetapi sebagai lingkungan akademik yang menjadi ruang bersama untuk membangun masa depan.

FTIK Bukan Sekadar Tempat Kuliah

Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Siti Annisah mengajak mahasiswa untuk melihat FTIK dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, mahasiswa jangan memandang fakultas hanya sebagai tempat datang mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, dan memperoleh nilai. Lebih dari itu, kampus merupakan ruang untuk mengalami berbagai proses pembelajaran dan pengembangan diri.

FTIK diharapkan dapat menjadi rumah bagi mahasiswa, tempat mereka merasa diterima, mendapatkan kesempatan untuk berkembang, menemukan potensi diri, membangun jejaring, serta menghasilkan berbagai karya.

Sebagai rumah, FTIK bukan hanya menyediakan ruang fisik untuk belajar, tetapi juga menghadirkan dosen, tenaga kependidikan, program studi, organisasi mahasiswa, serta berbagai fasilitas yang dapat mendukung perjalanan akademik dan pengembangan diri mahasiswa.

“FTIK adalah rumah kita. Di rumah inilah kita belajar, bertumbuh, dan berkarya bersama,” menjadi pesan yang disampaikan Dekan FTIK kepada mahasiswa baru.

Belajar: Menjadi Pembelajar yang Aktif

Konsep pertama yang ditekankan adalah belajar.

Mahasiswa baru diajak memahami bahwa belajar di perguruan tinggi memiliki karakter yang berbeda dengan belajar di sekolah. Mahasiswa dituntut untuk lebih aktif, mandiri, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.

Belajar tidak hanya berlangsung ketika dosen menyampaikan materi di ruang kelas. Mahasiswa dapat belajar melalui diskusi, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, membaca, pengalaman, interaksi dengan lingkungan, maupun berbagai aktivitas akademik lainnya. Karena itu, mahasiswa diharapkan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak membatasi proses belajar hanya pada apa yang disampaikan dosen.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang menunggu untuk diajari. Jadilah mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu, mau mencari, mau bertanya, dan mau terus belajar,” pesan Dr. Siti Annisah.

Bertumbuh: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Setelah belajar, mahasiswa juga diajak untuk bertumbuh.

Menurut Dekan FTIK, masa kuliah merupakan fase penting dalam proses pembentukan diri. Mahasiswa akan bertemu dengan berbagai pengalaman, tantangan, lingkungan, dan orang-orang baru yang dapat membentuk cara berpikir serta karakter mereka.

Pertumbuhan tersebut tidak selalu harus diukur melalui nilai akademik. Mahasiswa juga perlu bertumbuh dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, dan kematangan dalam mengambil keputusan.

Setiap mahasiswa memiliki proses dan kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Karena itu, mahasiswa tidak perlu membandingkan perjalanan dirinya dengan orang lain. Yang terpenting adalah terus bergerak menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“Tidak harus langsung hebat. Yang penting terus bertumbuh. Hari ini harus lebih baik daripada kemarin,” demikian pesan yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Berkarya: Hadirkan Manfaat melalui Potensi yang Dimiliki

Konsep ketiga adalah berkarya.

Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan karya. Karya tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, baik berupa tulisan, penelitian, inovasi, kreativitas, prestasi, kegiatan sosial, maupun kontribusi melalui organisasi kemahasiswaan.

Setiap mahasiswa memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, FTIK memberikan ruang agar mahasiswa dapat menemukan dan mengembangkan potensi tersebut. Mahasiswa diharapkan berani mencoba, tidak takut gagal, dan memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di lingkungan fakultas maupun universitas.

Berkarya bukan semata-mata tentang menjadi terkenal atau memperoleh penghargaan. Lebih jauh, berkarya adalah tentang menghadirkan sesuatu yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, kampus, masyarakat, dan lingkungan.

Membangun Perjalanan Mahasiswa yang Bermakna

Melalui materi “Mengenal FTIK: Rumah Belajar, Bertumbuh, dan Berkarya”, mahasiswa baru diajak memahami bahwa perjalanan mereka di FTIK akan menjadi proses panjang yang penuh pengalaman.

Di rumah inilah mereka akan bertemu dengan dosen yang membimbing, teman-teman yang menemani perjalanan, organisasi yang memberikan pengalaman, serta berbagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran.

Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjaga dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Belajar untuk memperluas pengetahuan. Bertumbuh untuk membangun karakter dan kompetensi. Berkarya untuk memberikan manfaat. Pesan tersebut menjadi bekal awal bagi 591 mahasiswa baru FTIK Tahun 2026 dalam memulai perjalanan akademiknya.

Pada akhirnya, FTIK berharap setiap mahasiswa tidak hanya keluar dari fakultas dengan membawa ijazah, tetapi juga membawa ilmu, pengalaman, karakter, prestasi, karya, dan kenangan baik sebagai bagian dari keluarga besar FTIK.

Selamat datang di rumah kita. Rumah untuk belajar, rumah untuk bertumbuh, dan rumah untuk berkarya.