Menjelajah Enam Laboratorium UAD: KKL Tadris Matematika UIN Jurai Siwo Lampung Pacu Inovasi Pembelajaran Matematika

YOGYAKARTA — Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung melaksanakan studi banding laboratorium ke Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa, 13 Oktober 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan fokus penguatan kompetensi calon pendidik matematika melalui pengalaman belajar secara langsung.

Agenda kunjungan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Jurai Siwo Lampung, Juitaning Mustika, M.Pd., yang didampingi dosen pembimbing lapangan Endah Wulantina, M.Pd. Pihak tuan rumah menyambut rombongan melalui Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UAD, Dr. Puguh Wahyu Prasetyo, S.Si., M.Sc., didampingi Sekretaris Program Studi, Dr. Dwi Astuti, S.Pd., M.Pd.

Pertemuan kedua program studi membuka ruang untuk berbagi pengalaman mengenai pembelajaran matematika dan pengelolaan fasilitas akademik. Mahasiswa juga mendapat penjelasan dari Kepala Laboratorium Pendidikan Matematika UAD Aan Hendroanto, S.Pd., M.Sc., mengenai enam laboratorium yang digunakan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan karya mahasiswa. Enam laboratorium itu meliputi Bengkel Media Pembelajaran Matematika, Laboratorium Teknologi Pendidikan Matematika, Laboratorium Simulasi Media Pembelajaran Matematika, Laboratorium Pusat Pembelajaran Literasi dan Publikasi, Laboratorium Studio Pembelajaran Daring, serta Mathematics Students’ Learning Center. Masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi mulai dari pembuatan alat peraga hingga pengembangan teknologi dan konten pembelajaran.

Mahasiswa  melihat langsung berbagai fasilitas dan hasil pengembangan media di laboratorium. Mulai dari media manipulatif, augmented reality (AR), perangkat pencetakan tiga dimensi, hingga berbagai teknologi untuk menghasilkan visualisasi, simulasi, dan media interaktif. Dari kunjungan ini, mahasiswa mendapat gambaran bahwa media pembelajaran tidak hanya dibuat, tetapi juga perlu diuji dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik sebelum digunakan di kelas.

Selain mengamati fasilitas, mahasiswa juga berdiskusi mengenai berbagai praktik yang dikembangkan Pendidikan Matematika UAD. Diskusi memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman selama kunjungan dengan kebutuhan pembelajaran matematika di sekolah sekaligus melihat berbagai kemungkinan inovasi yang dapat mereka kembangkan. Mahasiswa mencermati alat bantu pembelajaran, rancangan visual, serta perangkat teknologi, termasuk perangkat pencetakan tiga dimensi. Suasana diskusi berlangsung aktif karena mahasiswa berkesempatan menghubungkan informasi yang diperoleh dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Pengalaman studi banding ini diharapkan mendorong mahasiswa tidak hanya mengagumi fasilitas laboratorium UAD, tetapi meniru prinsip pengelolaan dan inovasinya secara bertahap.

Kegiatan KKL ini merupakan bagian dari kegiatan akademik yang mempertemukan pengetahuan perkuliahan dengan praktik di lapangan. Sebagai luaran KKL, mahasiswa diarahkan menyusun produk media pembelajaran matematika digital maupun nondigital berdasarkan inspirasi yang diperoleh. Produk tersebut dapat berupa alat peraga manipulatif, model konsep matematika, aplikasi atau media interaktif, video pembelajaran, hingga rancangan aktivitas belajar yang disertai petunjuk penggunaan. Setiap karya diharapkan menunjukkan konsep matematika yang tepat, tujuan pembelajaran, sasaran pengguna, dan potensi penerapan di sekolah. Dengan demikian, hasil kunjungan memiliki tindak lanjut yang terukur dalam bentuk karya, bukan berhenti sebagai dokumentasi perjalanan.

Melalui kegiatan KKL kunjungan ke UAD, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa kekuatan laboratorium bukan hanya terletak pada kelengkapan peralatan, melainkan pada ekosistem yang menghubungkan gagasan, proses perancangan, pengujian, dan pemanfaatan hasilnya. Semangat inilah yang diharapkan dapat diadaptasi untuk memperkuat budaya inovasi pembelajaran matematika di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.