
Kediri – 9 Juli 2026. Kunjungan akademik (Kuliah Kerja Lapangan/KKL) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Jurai Siwo Lampung ke Kampung Inggris Pare, Kediri, menjadi momentum penting dalam pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan kampus. Berbagai praktik baik yang diterapkan di Kampung Inggris menjadi inspirasi bagi Program Studi Tadris Bahasa Inggris untuk membangun English Environment sebagai upaya meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa secara lebih optimal.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana ekosistem pembelajaran bahasa Inggris dibangun secara terpadu. Selama berada di Kampung Inggris, peserta mengamati proses pembelajaran di berbagai lembaga kursus, berdiskusi dengan para tutor, serta melihat bagaimana budaya menggunakan bahasa Inggris diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Much Deiniatur, M.Pd.B.I., mengatakan bahwa keberhasilan Kampung Inggris Pare tidak hanya terletak pada metode pembelajaran di kelas, tetapi juga pada terciptanya lingkungan yang mendorong setiap peserta untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
“Kami belajar bahwa keberhasilan Kampung Inggris dibangun melalui budaya berbahasa Inggris yang hidup di setiap sudut lingkungan belajar. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibiasakan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari. Inilah konsep yang ingin kami adaptasi di Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Jurai Siwo Lampung,” ungkapnya.
Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris akan lebih efektif apabila didukung oleh lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berlatih dan berinteraksi menggunakan bahasa Inggris di luar ruang kelas.

Sebagai tindak lanjut dari hasil kunjungan akademik ini, Program Studi Tadris Bahasa Inggris akan mulai merancang pengembangan English Environment di lingkungan program studi. Program tersebut diharapkan menjadi budaya akademik baru yang melibatkan seluruh sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa.
Beberapa program yang direncanakan antara lain penerapan English Day, pembentukan English Zone di area tertentu kampus, Morning Conversation, Speaking Partner, Weekly English Discussion, English Camp, serta berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Selain itu, program studi juga akan memperkuat kolaborasi dengan lembaga-lembaga bahasa Inggris untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.
Melalui English Environment, mahasiswa diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis dalam situasi yang autentik. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menjadi calon guru bahasa Inggris yang komunikatif dan profesional.

Kunjungan akademik ke Kampung Inggris Pare juga membuka wawasan mahasiswa bahwa keberhasilan belajar bahasa Inggris tidak hanya ditentukan oleh jumlah materi yang dipelajari, tetapi juga oleh intensitas praktik, kedisiplinan, motivasi belajar, serta lingkungan yang mendukung penggunaan bahasa Inggris secara konsisten.
Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Jurai Siwo Lampung berkomitmen menjadikan hasil KKL ini sebagai pijakan dalam melakukan transformasi pembelajaran. Dengan mengadopsi berbagai praktik baik dari Kampung Inggris Pare, program studi optimistis mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inovatif, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Melalui langkah tersebut, Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Jurai Siwo Lampung berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teori, tetapi juga memiliki kompetensi berbahasa Inggris yang aktif, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen program studi untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan pendidik bahasa Inggris yang adaptif terhadap tantangan global.
