
Metro, 22 Mei 2026 — Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung kembali menghadirkan suasana akademik yang kreatif dan produktif di luar ruang perkuliahan melalui kegiatan Kelas Inovasi Teknologi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (22/5) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan digital sekaligus merancang media pembelajaran matematika yang inovatif dan menyenangkan.
Kelas Inovasi Teknologi ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika dengan antusias. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga diajak langsung untuk menghasilkan produk digital berupa game matematika yang dapat digunakan sebagai media belajar interaktif.

Kegiatan ini didampingi oleh Muhammad Brilliant, M.T.I. dan Juitaning Mustika, M.Pd. Keduanya membimbing mahasiswa dalam mengenal berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk membuat game pembelajaran matematika secara lebih mudah, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Materi utama yang dibahas dalam kegiatan ini adalah cara mudah membuat game matematika menggunakan platform Claude, Canva, dan KIMI. Mahasiswa dikenalkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan desain digital untuk membantu merancang ide, menyusun alur permainan, membuat tampilan visual, serta mengembangkan konten soal matematika yang menarik.
Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga dapat menjadi ruang inovasi dalam pembelajaran matematika. Melalui penggunaan Claude dan KIMI, mahasiswa dapat mengeksplorasi ide permainan, menyusun skenario, membuat instruksi, serta mengembangkan variasi soal. Sementara itu, Canva dimanfaatkan untuk mendesain tampilan game agar lebih komunikatif, menarik, dan mudah digunakan.

Pendamping kegiatan menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi merupakan salah satu kompetensi penting bagi calon guru matematika. Di tengah perkembangan digital yang semakin pesat, mahasiswa calon pendidik perlu memiliki kreativitas dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan menyenangkan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa pembelajaran matematika dapat dikemas secara lebih menarik melalui teknologi. Game matematika bukan sekadar permainan, tetapi dapat menjadi media untuk melatih pemahaman konsep, berpikir kritis, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam belajar,” ujar tim pendamping kegiatan.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan kolaboratif. Mahasiswa mengikuti tahapan pembuatan game mulai dari merancang ide, menentukan materi matematika yang akan dimasukkan, menyusun soal, memilih desain visual, hingga menyelesaikan produk game sederhana yang siap dimainkan. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan konsep dan sasaran pembelajaran yang dipilih.
Hasil dari kegiatan ini adalah berbagai game matematika inovatif yang dirancang oleh mahasiswa. Produk tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu memadukan penguasaan konsep matematika dengan pemanfaatan teknologi digital. Game yang dihasilkan tidak hanya menampilkan soal-soal matematika, tetapi juga dikemas dalam bentuk yang lebih menarik agar dapat meningkatkan minat belajar.


Pada sesi akhir, mahasiswa saling bertukar game yang telah dibuat untuk dimainkan dan diuji oleh kelompok lain. Kegiatan ini menjadi momen penting karena mahasiswa dapat memberikan masukan, mengevaluasi kelebihan dan kekurangan produk, serta memperoleh inspirasi dari karya teman-temannya. Proses saling mencoba game tersebut juga membangun suasana belajar yang menyenangkan, reflektif, dan penuh apresiasi.

Melalui pelaksanaan Kelas Inovasi Teknologi ini, Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo Lampung menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan mahasiswa calon guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi pendidik yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran matematika.
Kelas Inovasi Teknologi diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari budaya akademik prodi di luar perkuliahan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa memiliki ruang untuk bereksperimen, berkarya, dan menghasilkan media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
