Mengurai Tantangan, Menemukan Solusi: Kuliah Tamu Prodi Tadris Matematika Bahas Problematika Pembelajaran Matematika di Era Digital

Lampung, 13 Juni 2026 – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu bertema “Problematika Pembelajaran Matematika” pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika semester 2 dan 4.

Kuliah tamu menghadirkan narasumber Dr. Siti Mutmainah, M.Pd, akademisi dan pakar pendidikan matematika dari Universitas Lampung. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran matematika sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Jutaning Mustika, M.Pd selaku ketua program studi Tadris Matematika menyampaikan  bahwa kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen program studi untuk memperluas wawasan mahasiswa melalui kolaborasi dengan para pakar dan praktisi pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika pembelajaran matematika sekaligus memiliki bekal yang memadai sebagai calon guru profesional.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Annisah, S.S.i., M.Pd selaku Dekan FTIK UIN Jurai Siwo Lampung menyampaikan bahwa matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, kritis, kreatif, serta kemampuan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan abad ke-21.

“Matematika bukan sekadar kumpulan angka dan rumus, tetapi merupakan sarana untuk melatih cara berpikir yang terstruktur dan rasional. Oleh karena itu, penguasaan matematika menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dekan FTIK menegaskan bahwa pembelajaran matematika hingga saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian bersama. Berbagai problematika tersebut antara lain rendahnya motivasi belajar peserta didik, kecemasan terhadap matematika (mathematics anxiety), kesulitan memahami konsep-konsep abstrak, kesenjangan kemampuan numerasi, hingga tantangan pemanfaatan teknologi dan inovasi pembelajaran di era digital.

“Kondisi ini menuntut para pendidik dan calon pendidik matematika untuk terus berinovasi, melakukan refleksi, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik masa kini,” tambahnya.

Pada sesi utama, Dr. Siti Mutmainah, M.Pd memaparkan berbagai faktor yang menjadi penyebab rendahnya kualitas pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan. Menurutnya, persepsi bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit masih menjadi hambatan utama yang memengaruhi motivasi dan kepercayaan diri peserta didik dalam belajar.

Ia menjelaskan bahwa guru matematika perlu mengubah paradigma pembelajaran yang selama ini cenderung berorientasi pada prosedur dan hafalan menjadi pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep, penalaran, komunikasi matematis, serta kemampuan pemecahan masalah. “Pembelajaran matematika harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Guru perlu mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata, memanfaatkan teknologi secara tepat, serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif,” jelasnya.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya penguatan literasi numerasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, kemampuan numerasi tidak hanya dibutuhkan dalam pembelajaran matematika, tetapi juga dalam pengambilan keputusan sehari-hari dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan peserta terkait strategi mengatasi kesulitan belajar matematika, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, hingga upaya membangun kepercayaan diri peserta didik terhadap matematika.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini, Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Jurai Siwo Lampung berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dinamika dan tantangan pembelajaran matematika, serta termotivasi untuk menjadi calon pendidik yang inovatif, profesional, dan mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih efektif serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah akademik yang memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan matematika dan peningkatan kualitas calon guru matematika di masa depan