Perkuat Karakter Mahasiswa PGMI, Kegiatan Reflektif Dorong Calon Pendidik Berpikir Terbuka dan Beretika

Metro, 04 September 2026 — Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter, pola pikir yang konstruktif, etika, kemampuan komunikasi, dan kesadaran diri yang baik. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Penguatan Karakter, Pola Pikir, Etika, Komunikasi, dan Kesadaran Diri Mahasiswa PGMI yang dilaksanakan di teras ruang perkuliahan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung.

Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi mahasiswa PGMI untuk mengenali dan mengembangkan kualitas diri sebagai calon pendidik. Sebanyak 26 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGMI mengikuti kegiatan, yang terdiri atas 6 mahasiswa angkatan 2023, 6 mahasiswa angkatan 2024, dan 14 mahasiswa angkatan 2025.

Kegiatan menghadirkan Rahmad Ari Wibowo, M.Fil.I. sebagai narasumber. Dalam suasana yang santai dan komunikatif, mahasiswa diajak untuk melihat kembali cara mereka berpikir, bersikap, berkomunikasi, serta memahami diri sendiri.

Belajar Memahami Diri dan Cara Berpikir

Dalam penyampaian materi, Rahmad Ari Wibowo mengajak mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap diri masing-masing. Menurutnya, proses pengembangan kualitas diri perlu diawali dengan kemampuan mengenali siapa diri kita, bagaimana cara berpikir, bagaimana merespons persoalan, serta bagaimana mengambil keputusan.

Mahasiswa didorong untuk memiliki pola pikir yang terbuka dan konstruktif. Keterbukaan dalam berpikir menjadi penting bagi mahasiswa karena dunia akademik mempertemukan mereka dengan berbagai perspektif, gagasan, pengalaman, dan latar belakang yang beragam.

Perbedaan pandangan tidak semestinya menjadi sumber konflik, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan memperluas wawasan.

Mahasiswa juga diajak untuk membangun kebiasaan berpikir sebelum bertindak. Kemampuan memahami situasi, mempertimbangkan konsekuensi, serta melihat persoalan dari berbagai sudut pandang menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang matang.

Etika dan Komunikasi sebagai Cerminan Karakter

Selain pola pikir, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap pentingnya etika dan komunikasi dalam kehidupan mahasiswa. Sebagai calon guru madrasah ibtidaiyah, mahasiswa PGMI akan berhadapan dengan peserta didik, orang tua, rekan kerja, dan masyarakat. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dengan baik perlu dibangun sejak berada di bangku kuliah.

Komunikasi bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan, menghargai orang lain, memilih kata yang tepat, serta menyampaikan pendapat secara santun.

Dalam konteks kehidupan akademik, etika juga tercermin dari cara mahasiswa berinteraksi dengan dosen dan teman sejawat, mengikuti proses pembelajaran, menyampaikan pendapat, menggunakan media sosial, hingga menjalankan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menunjukkan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran Diri Menjadi Fondasi Pengembangan Diri

Salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut adalah membangun kesadaran diri.

Mahasiswa diajak memahami bahwa setiap individu memiliki kelebihan, kekurangan, pengalaman, dan karakter yang berbeda. Dengan mengenali diri sendiri, mahasiswa akan lebih mudah menentukan tujuan, mengembangkan potensi, mengelola emosi, serta mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.

Kesadaran diri juga membantu mahasiswa memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Karena itu, mahasiswa perlu belajar bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat dan tidak mudah menyalahkan keadaan ketika menghadapi persoalan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang dewasa dan siap menghadapi berbagai tantangan, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika nantinya terjun sebagai pendidik di masyarakat.

Ruang Refleksi bagi Calon Pendidik

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang dekat dan memungkinkan mahasiswa terlibat secara aktif. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak melakukan refleksi dan melihat kembali berbagai kebiasaan yang selama ini dilakukan. Suasana tersebut membuat kegiatan menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga pada proses pembentukan diri.

Bagi mahasiswa PGMI, penguatan karakter memiliki posisi penting karena mereka dipersiapkan menjadi calon pendidik yang nantinya tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik. Seorang guru perlu memiliki kemampuan memahami dirinya sendiri sebelum mampu memahami peserta didik. Guru juga perlu memiliki etika, komunikasi yang baik, pola pikir terbuka, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana.

Membangun Mahasiswa PGMI yang Berkarakter dan Bertanggung Jawab

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGMI diharapkan semakin menyadari bahwa keberhasilan dalam pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Kemampuan berpikir terbuka, berkomunikasi dengan baik, menjaga etika, mengenali diri, dan bertanggung jawab terhadap pilihan merupakan bagian penting dari perjalanan menjadi pribadi yang berkualitas.

Kegiatan penguatan karakter ini menjadi salah satu upaya untuk membangun mahasiswa PGMI yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kematangan pribadi dan kesadaran sosial. Pada akhirnya, mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai-nilai tersebut dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

Belajar memahami diri, membangun pola pikir yang terbuka, menjaga etika dalam setiap interaksi, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan menjadi bekal penting untuk tumbuh sebagai calon pendidik yang berkarakter dan mampu memberikan manfaat bagi peserta didik serta masyarakat.