
Lampung Utara, 2–3 Juli 2026 – Dalam upaya memperluas jejaring kemitraan sekaligus meningkatkan informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri Tahun Akademik 2026/2027, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Lampung Utara.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (2–3 Juli 2026), diikuti oleh 115 guru IGRA dari enam kecamatan, yaitu Kotabumi Utara, Sungkai Utara, Bunga Mayang, Abung Surakarta, Abung Semuli, dan Abung Selatan. Turut hadir Ketua IGRA Kabupaten Lampung Utara bersama para pengurus dan anggota IGRA.
Sosialisasi dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi PIAUD yang terdiri atas Lia Ricka Pratama, M.Pd., Dr. Kisno, M.Pd., Revina Rezqiyani, M.Pd., dan Aneka, M.Pd. Kegiatan bertujuan mensosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri UIN Jurai Siwo Lampung Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus memperkenalkan berbagai program studi yang berada di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) serta Program Pascasarjana.

Pada hari pertama, sosialisasi diikuti oleh guru-guru RA dari Kecamatan Kotabumi Utara, Sungkai Utara, dan Bunga Mayang. Sementara pada hari kedua, kegiatan diikuti oleh peserta dari Kecamatan Abung Surakarta, Abung Semuli, dan Abung Selatan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, kondusif, dan mendapat sambutan yang sangat positif dari para peserta.
Pada hari kedua, sosialisasi dilanjutkan kepada guru-guru RA dari Kecamatan Abung Surakarta, Abung Semuli, Abung Selatan, dan Blambangan Pagar. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sistem perkuliahan, mekanisme pembelajaran bagi mahasiswa yang telah bekerja, prospek lulusan, hingga peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan studi di Program Studi PIAUD.

Dalam kesempatan tersebut, tim dosen memperkenalkan profil Program Studi PIAUD, kurikulum, keunggulan akademik, fasilitas pembelajaran, hingga berbagai pilihan program studi di lingkungan FTIK dan Pascasarjana UIN Jurai Siwo Lampung. Peserta juga memperoleh informasi mengenai mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), persyaratan pendaftaran, serta berbagai program beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian peserta adalah beasiswa khusus bagi mahasiswa Program Studi PIAUD yang diterima melalui jalur mandiri. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.100.000 sehingga hanya membayar UKT sebesar Rp400.000 per semester hingga menyelesaikan studi sarjana. Selain itu, Program Studi PIAUD juga menerapkan sistem perkuliahan hybrid yang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang telah bekerja untuk tetap mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru IGRA menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sistem perkuliahan, pelaksanaan pembelajaran bagi mahasiswa yang telah bekerja, prospek lulusan, hingga peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan studi. Ketertarikan peserta terhadap Program Studi PIAUD cukup besar karena dinilai relevan dengan profesi mereka sebagai pendidik anak usia dini.

Antusiasme tersebut juga tercermin dari hasil kegiatan, di mana sebanyak 54 guru IGRA Kabupaten Lampung Utara langsung mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa baru Program Studi PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung melalui jalur mandiri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Program Studi PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung berharap dapat mempererat hubungan kemitraan dengan IGRA Kabupaten Lampung Utara sekaligus meningkatkan minat para guru Raudhatul Athfal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Jurai Siwo Lampung dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini, melalui penguatan kompetensi para pendidik.
