
Yogyakarta, 28 Februari 2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung mengirimkan sejumlah dosen untuk mengikuti kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi yang diselenggarakan oleh PD-PGMI Indonesia pada 27–28 Februari 2026 di University Hotel Yogyakarta. Dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Siti Annisah, M.Pd dan Dr. Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, M.Pd. Keikutsertaan ini merupakan langkah strategis FTIK dalam memperkuat sistem penjaminan mutu akademik, khususnya dalam penyusunan laporan evaluasi CPL yang komprehensif dan berbasis data, sekaligus memenuhi salah satu syarat perlu meraih predikat Unggul pada akreditasi LAMDIK Instrumen 3.0 serta mendorong peningkatan capaian akreditasi unggul di lingkungan FTIK.
Kegiatan ini menghadirkan tim kurikulum PD-PGMI Indonesia yang diketuai oleh Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan sistem evaluasi CPL yang berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan selaras dengan regulasi terbaru pendidikan tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi Islam baik negeri maupun swasta di Indonesia.

Workshop membahas sejumlah topik strategis, di antaranya gambaran umum kurikulum OBE dalam Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 dalam konteks Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 3.0. Materi ini memberikan pemahaman komprehensif tentang integrasi antara profil lulusan, CPL, serta sistem pembelajaran dan asesmen yang terukur.
Selain itu, peserta juga melakukan review relasi antara CPL Program Studi, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, dan indikator. Diskusi difokuskan pada penyelarasan (constructive alignment) agar setiap mata kuliah berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian kompetensi lulusan di suatu program studi.

Para peserta workshop menunjukkan antusiasme yang tinggi. Dengan membawa dokumen kurikulum masing-masing, mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan kritis, dan saling bertukar gagasan untuk memastikan keselarasan dan relasi antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, indikator, serta teknik asesmen yang digunakan. Suasana ruangan berlangsung dinamis dan produktif, di mana peserta secara kolaboratif memetakan keterkaitan capaian pembelajaran dengan bentuk evaluasi yang terukur dan akuntabel. Pendampingan langsung dari narasumber semakin memperkaya proses praktik, sehingga setiap peserta mampu menghasilkan draft instrumen penilaian yang lebih sistematis, valid, dan sesuai dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE).
Workshop ini juga membimbing peserta dalam penggunaan template dan komponen laporan evaluasi CPL program studi. Dalam sesi praktik, para dosen secara langsung menyusun draft laporan evaluasi CPL yang memuat deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif sebagai bagian dari laporan berbasis data (evidence-based report). Melalui pendampingan intensif, peserta dilatih mengolah dan menyajikan data capaian mahasiswa secara sistematis, mulai dari interpretasi hasil asesmen hingga analisis tren pencapaian, sehingga laporan yang dihasilkan tidak hanya bersifat naratif deskriptif, tetapi juga diperkuat oleh analisis yang terukur, komprehensif, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dekan FTIK UIN Jurai Siwo Lampung menyampaikan bahwa pengiriman dosen dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam menjaga dan menguatkan sistem penjaminan mutu akademik. “Partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi salah satu syarat perlu meraih predikat Unggul dalam akreditasi LAMDIK Instrumen 3.0,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan workshop ini, FTIK UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan semakin siap menyusun sekaligus melakukan pendampingan intensif kepada sembilan program studi di lingkungan FTIK dalam merancang laporan evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang komprehensif, akuntabel, dan selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi. Penguatan kapasitas dosen dan tim pengelola program studi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap laporan evaluasi berbasis data, terukur, serta memenuhi ketentuan instrumen akreditasi terbaru, sehingga pada akhirnya dapat memperkuat posisi institusi dalam upaya meraih predikat akreditasi unggul.
