
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan yang digelar pada minggu ketiga perkuliahan tersebut berlangsung di ruang rapat Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) lt. 1 dan dihadiri oleh Dekan FTIK, Ketua dan Sekretaris Program Studi PGMI, serta dosen PGMI UIN Jurai Siwo Lampung.
Rapat ini bertujuan untuk memastikan kualitas layanan pembelajaran dan bimbingan akademik berjalan dengan baik sejak awal semester. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap kesiapan dan implementasi perangkat pembelajaran yang menjadi fondasi proses akademik, layanan bimbingan skripsi, dan layanan akademik lainnya.
Dr. Siti Annisah, M.Pd selaku Dekan FTIK menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi pada awal masa perkuliahan merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas layanan pembelajaran dan layanan akademik lainnya berjalan secara optimal dan terarah. Evaluasi yang dilakukan sejak dini dinilai penting untuk mengidentifikasi kesiapan perangkat pembelajaran, efektivitas pelaksanaan perkuliahan, serta potensi kendala yang dapat memengaruhi proses akademik. Menurutnya, hasil evaluasi awal tersebut tidak berhenti pada tahap pelaporan, melainkan menjadi dasar dalam merumuskan tindak lanjut perbaikan yang konkret dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa praktik ini merupakan salah satu bentuk nyata implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) di tingkat program studi, sebagai wujud komitmen dalam membangun budaya mutu akademik yang konsisten dan sistematis.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga memberikan arahan lanjutan dengan mengingatkan bahwa tugas dosen tidak semata-mata mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjalankan peran sebagai pendidik sekaligus teladan bagi mahasiswa. Ia menekankan bahwa mahasiswa adalah pribadi-pribadi yang sedang bertumbuh untuk menjadi insan yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. Karena itu, setiap proses pembelajaran harus dilandasi tanggung jawab moral dan keteladanan sikap. Dekan mengajak seluruh dosen PGMI untuk melaksanakan tugas dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta menjadikannya sebagai bagian dari ibadah, sehingga setiap ikhtiar dalam mendidik bernilai kebaikan dan membawa keberkahan bagi institusi maupun para mahasiswa.

Selaku Ketua Program Studi PGMI, Dea Tara Ningtyas, M.Pd memaparkan hasil monitoring terkait kelengkapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan perangkat perkuliahan lainnya, seperti kontrak kuliah, RPS, bahan ajar, serta instrumen penilaian. Berdasarkan hasil penelaahan, sebagian besar dosen telah menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai standar yang ditetapkan, meskipun terdapat beberapa catatan perbaikan pada aspek teknis dan penyelarasan indikator penilaian.
Pembahasan utama dalam rapat juga menyoroti keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Forum menekankan pentingnya pemetaan yang jelas antara CPL dan CPMK agar setiap mata kuliah memiliki kontribusi terukur terhadap profil lulusan program studi. Penyelarasan ini menjadi bagian penting dalam menjamin relevansi dan akuntabilitas proses pembelajaran.
Dalam sesi diskusi, para dosen Program Studi PGMI secara aktif membahas keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan sub-CPMK sebagai landasan utama dalam merancang proses pembelajaran. Forum menegaskan bahwa kejelasan rumusan CPL menjadi arah strategis program studi, yang kemudian diturunkan secara sistematis ke dalam CPMK dan sub-CPMK pada setiap mata kuliah. Penyelarasan tersebut dinilai krusial agar desain aktivitas belajar, pemilihan materi perkuliahan, serta penyusunan instrumen penilaian benar-benar terukur dan relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai. Para dosen juga menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap tugas, proyek, maupun bentuk asesmen yang diberikan kepada mahasiswa memiliki keterkaitan langsung dengan indikator capaian, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan secara utuh.

Dalam pemaparannya, Rahmad Ari Wibowo, M.Fil.I selaku Sekretaris Prodi PGMI menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi internal, jumlah mahasiswa Prodi PGMI dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menjadi indikator positif atas kepercayaan masyarakat terhadap program studi PGMI, namun di sisi lain juga berdampak pada bertambahnya beban dan tanggung jawab prodi serta para dosen dalam memberikan layanan akademik. Ia menegaskan bahwa peningkatan kuantitas mahasiswa harus diimbangi dengan penguatan kualitas layanan, sehingga diperlukan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif antara pengelola program studi dan dosen. Melalui sinergi yang solid, berbagai permasalahan akademik yang mungkin muncul dapat diminimalisir dan diselesaikan secara cepat serta tepat, sekaligus mendorong optimalisasi budaya mutu akademik di lingkungan program studi PGMI UIN Jurai Siwo Lampung.
Rapat ditutup dengan kesepakatan tindak lanjut berupa penyempurnaan dokumen perangkat pembelajaran, penguatan penyelarasan CPL, CPMK, dan sub-CMPK, serta peningkatan kualitas sistem penilaian. Penyempurnaan dokumen perangkat pembelajaran dilakukan oleh dosen dan kelompok dosen bidang ilmu serumpun, yang tentunya berkoordinasi dengan pengelola prodi PGMI. Kegiatan pembahasan hasil tindak lanjut tersebut telah disepakati akan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 06 Maret 2026 di ruang rapat FTIK. Melalui kegiatan ini, Program Studi PGMI menegaskan komitmennya untuk menjaga standar mutu akademik dan memastikan proses perkuliahan Semester Genap TA.2025/2026 berjalan optimal serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
