Metro, 18-19 April 2026 — Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan workshop karya inovasi mahasiswa dan dosen bertajuk “Hilirisasi Karya melalui Publikasi Ilmiah dan HKI” pada 18 sampai 19 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa semester empat dan dua serta dosen Tadris Matematika yang berkomitmen mengembangkan budaya riset dan inovasi di lingkungan akademik.
Workshop ini menghadirkan narasumber Sri Wahyuni dari Universitas Negeri Jakarta yang memaparkan strategi publikasi ilmiah serta prosedur pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Materi yang disampaikan mencakup teknik penulisan artikel ilmiah, pemilihan jurnal bereputasi, hingga langkah-langkah praktis dalam melindungi karya melalui HKI.
Pada sesi pembukaan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Dekan FTIK, Dr. Siti Annisah, M.Pd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menggagas serta menyelenggarakan kegiatan ini. Workshop ini bukan hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang memiliki nilai kebermanfaatan dan daya saing yang tinggi,” ujarnya.
Dekan juga memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa untuk terus berinovasi. “Kepada para mahasiswa, saya berpesan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kepekaan melihat masalah di sekitar dan keberanian untuk mencari solusi. Jadikan forum ini sebagai momentum untuk belajar, berdiskusi, dan memperluas wawasan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Juitaning Mustika, M.Pd selaku Ketua Program Studi Tadris Matematika menegaskan pentingnya tema yang diangkat dalam workshop ini. Ia menyampaikan bahwa “Hilirisasi Karya melalui Publikasi Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)” merupakan tema yang sangat relevan dengan tuntutan pendidikan tinggi saat ini. “Kita tidak hanya dituntut untuk menghasilkan karya, tetapi juga memastikan bahwa karya tersebut dapat dihilirisasi, dipublikasikan secara ilmiah, serta dilindungi melalui mekanisme HKI agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang interaktif. Workshop ini menjadi wadah strategis bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan serta mengarahkan karya inovatif agar memiliki nilai akademik sekaligus manfaat praktis bagi masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Matematika menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada hilirisasi hasil karya. Diharapkan, semakin banyak inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai ide, tetapi mampu dipublikasikan dan mendapatkan perlindungan HKI sehingga memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
