Refreshment Penguji UKin: Langkah Strategis FTIK UIN Jusila Menjaga Kualitas Lulusan PPG

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan refreshment penguji Uji Kompetensi (UKin) mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 pada hari Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh Rektor, Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi PPG, Pengelola PPG, 61 penguji yang terdiri atas 28 dosen dan 33 guru praktisi.

Kegiatan refreshment ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman terhadap instrumen penilaian, serta memastikan standar objektivitas dan integritas dalam pelaksanaan UKin. Uji kompetensi merupakan tahapan krusial dalam rangkaian PPG, karena menjadi tolok ukur kelayakan dan profesionalitas peserta sebagai guru bersertifikat.

Dekan FTIK selaku ketua LPTK menyampaikan bahwa jumlah peserta Ukin mahasiswa PPG Batch 4 tahun 2025 ini sebanyak 990 orang. Peserta tersebut berasal dari berbagai bidang studi, yakni Guru Akidah Akhlak, Fikih, Al-Qur’an Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jumlah peserta yang besar ini menuntut kesiapan sistem dan soliditas tim penguji agar proses penilaian berjalan efektif, adil, dan akuntabel. Melalui kegiatan refreshment ini, dilakukan penyamaan kembali pemahaman terhadap instrumen, mekanisme, dan indikator penilaian, sehingga tidak terjadi disparitas standar dalam proses asesmen dan mutu lulusan tetap terjaga secara konsisten.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Prof. Dr. Hj. Ida Umami, M.Pd.Kons menegaskan bahwa pelaksanaan penilaian Uji Kompetensi (UKin) harus berlandaskan prinsip adil, objektif, dan profesional. Beliau menyampaikan bahwa setiap peserta berhak memperoleh penilaian yang transparan, berbasis pada rubrik dan indikator yang telah ditetapkan, tanpa dipengaruhi faktor subjektivitas maupun pertimbangan di luar standar akademik. Namun demikian, Rektor juga mengingatkan bahwa proses penilaian tidak boleh kehilangan sentuhan nilai-nilai humanis. Para penguji diharapkan tetap mengedepankan sikap empati, kebijaksanaan, dan penghargaan terhadap setiap proses belajar yang telah ditempuh mahasiswa. Menurutnya, profesionalisme yang kuat harus berjalan seiring dengan pendekatan yang bermartabat, sehingga UKin tidak hanya menjadi instrumen evaluasi kompetensi, tetapi juga mencerminkan karakter lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.

Pada kegiatan tersebut, para penguji mendapatkan penguatan terkait mekanisme pelaksanaan UKin, penggunaan rubrik penilaian, standar kelulusan, serta etika dan prinsip objektivitas dalam proses asesmen. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk membahas berbagai potensi kendala teknis maupun substantif yang mungkin muncul selama pelaksanaan ujian.

Dr. Wardani, M.Pd selaku Ketua Program Studi PPG menegaskan bahwa sinergi antara dosen dan guru sebagai penguji merupakan kekuatan strategis dalam menjamin mutu lulusan PPG. Kolaborasi ini memadukan perspektif akademik dan pengalaman praktik lapangan, sehingga proses penilaian UKin menjadi lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan nyata di satuan pendidikan. Ia juga menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan UKin periode sebelumnya, yang menunjukkan pentingnya ketelitian dan kedisiplinan dalam proses asesmen. Para penguji diingatkan untuk memastikan setiap file video praktik pembelajaran maupun dokumen pendukung benar-benar dibuka, dicermati, dan dianalisis secara menyeluruh sebelum memberikan skor. Langkah tersebut penting agar pengukuran kompetensi mahasiswa benar-benar sesuai dengan rubrik penilaian yang telah ditetapkan, sehingga hasil UKin mencerminkan kualitas yang objektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), FTIK UIN Jurai Siwo Lampung menaruh harapan besar agar pelaksanaan Uji Kompetensi (UKin) dapat berlangsung secara profesional, transparan, dan sepenuhnya mengacu pada standar yang telah ditetapkan. UKin bukan sekadar tahapan akhir administrasi, tetapi merupakan instrumen strategis untuk memastikan bahwa setiap lulusan PPG benar-benar memenuhi kualifikasi kompetensi yang dipersyaratkan. Melalui proses penilaian yang objektif dan akuntabel, FTIK berkomitmen melahirkan guru-guru yang tidak hanya unggul secara pedagogik dan profesional, tetapi juga berintegritas serta memiliki komitmen moral dalam menjalankan tugasnya. Pada akhirnya, diharapkan para lulusan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dengan keteladanan, hati yang bersih, penuh tanggung jawab, dan dilandasi keikhlasan dalam mendidik generasi bangsa.