Cirebon, – 2 Juli 2026. Komitmen dalam mengembangkan riset yang berkontribusi terhadap isu-isu strategis di bidang pendidikan kembali ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Jurai Siwo Lampung. Tim dosen dan mahasiswa PAI berhasil mempresentasikan hasil penelitian mereka pada The 4th International Conference on Advancing Gender Justice and Inclusive Violence-Free Campuses: Women Ulama Scholarship, Knowledge Production, and Collaborative Transformation yang diselenggarakan di Cirebon.
Tim peneliti yang terdiri atas dosen Dewi Masitoh, M.Pd. Novita Herawati, M.Pd. serta mahasiswa Rian Adi Pranata dan Khoirotun Nisa membawakan artikel ilmiah berjudul Gender Awareness and Readiness for Sexual Violence Prevention among Preservice Islamic Education Teachers: Evidence from Islamic Higher Education Institutions in Lampung, Indonesia. Sebelum dipresentasikan pada sesi paralel konferensi internasional tersebut, artikel telah dinyatakan lolos seleksi dan memperoleh Letter of Acceptance (LoA).

Penelitian ini mengkaji tingkat kesadaran gender serta kesiapan mahasiswa calon guru Pendidikan Agama Islam dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Kajian dilakukan terhadap mahasiswa perguruan tinggi Islam di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi kompetensi sosial yang perlu dimiliki calon pendidik dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, konferensi internasional ini juga membuka ruang kolaborasi akademik dengan para peneliti, dosen, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi. Beragam penelitian yang dipresentasikan mencakup isu pendidikan, keadilan gender, hak-hak perempuan, transformasi sosial, hingga pengembangan keilmuan Islam kontemporer, sehingga memberikan peluang untuk membangun jejaring riset yang lebih luas.
Partisipasi tim PAI UIN Jurai Siwo Lampung dalam forum internasional mencerminkan kuatnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Sinergi ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga berkembang melalui kegiatan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
