
Metro, 31 Agustus 2026 — Menyambut perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung terus memperkuat kesiapan pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui Pendampingan Penerapan Learning Management System (LMS) bagi Dosen FTIK, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum sosialisasi penggunaan LMS, tetapi juga menjadi ruang pendampingan langsung bagi para dosen untuk memastikan seluruh kebutuhan perkuliahan digital telah dipersiapkan sebelum semester baru dimulai.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh dosen FTIK diarahkan untuk menyiapkan kelas pada LMS, mulai dari materi perkuliahan, aktivitas pembelajaran, evaluasi selama satu semester, hingga daftar hadir mahasiswa. Dengan demikian, LMS diharapkan benar-benar siap digunakan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.

Kegiatan menghadirkan Kepala TIPD UIN Jurai Siwo Lampung, Haris Setiaji, MTI, sebagai narasumber sekaligus pendamping. Ia kembali menjelaskan alur penggunaan LMS serta memberikan pendampingan secara langsung kepada para dosen dalam menyiapkan kelas masing-masing.
Dalam pendampingan tersebut, dosen tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai fitur dan mekanisme penggunaan LMS, tetapi juga langsung mempraktikkan proses penyiapan berbagai komponen pembelajaran. Pendekatan ini dilakukan agar dosen memiliki pengalaman praktis dan mampu mengoptimalkan LMS dalam pelaksanaan perkuliahan.

LMS Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Materi
Dalam pemaparannya, Haris Setiaji menekankan bahwa LMS memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat mengunggah bahan ajar. LMS dapat menjadi ruang pembelajaran digital yang mengintegrasikan materi, aktivitas mahasiswa, penugasan, evaluasi, presensi, hingga dokumentasi proses pembelajaran.
Keberadaan LMS menjadi semakin penting dalam mendukung model hybrid learning, yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis teknologi. Dengan dukungan LMS, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih fleksibel dan memungkinkan mahasiswa memperoleh akses terhadap berbagai sumber dan aktivitas pembelajaran secara lebih mudah.

“LMS sangat penting, terutama untuk mendukung perkuliahan yang bersifat hybrid learning. Karena itu, dosen perlu menyiapkan seluruh komponen pembelajaran sejak awal agar LMS dapat dimanfaatkan secara optimal selama satu semester,” jelas Haris.
Pendampingan ini juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman para dosen mengenai tata kelola pembelajaran digital. Dengan kelas yang telah dipersiapkan sejak awal, proses perkuliahan diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa.

Perkuat Aksesibilitas Teknologi dalam Perkuliahan
Sementara itu, Dekan FTIK UIN Jurai Siwo Lampung menyampaikan bahwa penerapan LMS merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memenuhi aspek aksesibilitas Teknologi Informasi (TI) dalam penyelenggaraan perkuliahan.
Menurut Dekan, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Pemanfaatan LMS menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana teknologi informasi dimanfaatkan untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pembelajaran.
“LMS ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan ketersediaan dan aksesibilitas Teknologi Informasi dalam perkuliahan. Mahasiswa dapat mengakses materi dan berbagai aktivitas pembelajaran secara lebih fleksibel, sementara dosen dapat mengelola proses perkuliahan secara lebih terstruktur,” ungkap Dekan.
Dekan juga mendorong para dosen agar tidak memandang LMS hanya sebagai kewajiban administratif. Sebaliknya, LMS perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang mampu memperkaya interaksi dosen dan mahasiswa, mendukung aktivitas belajar mandiri, serta memudahkan proses evaluasi dan dokumentasi pembelajaran.

Langkah Menuju Pembelajaran yang Semakin Adaptif
Pendampingan penerapan LMS ini menjadi bagian dari agenda FTIK UIN Jurai Siwo Lampung dalam memperkuat transformasi digital di bidang pendidikan. Kesiapan dosen dalam mengelola pembelajaran melalui LMS diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan akademik bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, FTIK ingin memastikan bahwa memasuki Semester Ganjil TA 2026/2027, setiap dosen tidak hanya siap mengajar secara tatap muka, tetapi juga siap menghadirkan pengalaman pembelajaran digital yang terencana, terstruktur, dan mudah diakses.
Pada akhirnya, optimalisasi LMS diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang fleksibel, interaktif, terdokumentasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen FTIK UIN Jurai Siwo Lampung untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan tuntutan pendidikan tinggi di era digital.
