
Metro, 2 September 2026 — Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik dan menyelesaikan perkuliahan. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut mampu membangun karakter, mengembangkan potensi, meraih prestasi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Ahmad Subhan Roza, M.Pd., dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Akademik Center (GAC) Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung, Rabu (2/9/2026).
Dalam materinya, Dr. Ahmad Subhan Roza, M.Pd mengangkat tema “Menjadi Mahasiswa Beretika Islami, Berprestasi, dan Berdampak.” Materi tersebut menjadi bekal penting bagi 591 mahasiswa baru FTIK dalam mempersiapkan diri memasuki suasana dan budaya akademik di perguruan tinggi.

Etika Islami Menjadi Identitas Mahasiswa FTIK
Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Ahmad Subhan Roza menekankan pentingnya menjadikan etika Islami sebagai bagian dari identitas mahasiswa FTIK.
Sebagai mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual. Pengetahuan yang dimiliki perlu berjalan seiring dengan akhlak, sikap santun, tanggung jawab, serta penghormatan kepada dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika.
Etika Islami juga perlu tercermin dalam kehidupan akademik, baik ketika mengikuti perkuliahan, berkomunikasi dengan dosen, menggunakan media sosial, berorganisasi, maupun ketika berinteraksi di lingkungan kampus. Mahasiswa diingatkan bahwa kecerdasan dan prestasi akan semakin bermakna ketika dibangun di atas fondasi karakter dan akhlak yang baik.
“Jadilah mahasiswa yang berilmu sekaligus berakhlak. Karena identitas mahasiswa FTIK tidak hanya terlihat dari apa yang kita ketahui, tetapi juga dari bagaimana kita bersikap dan memberikan teladan,” pesan Dr. Ahmad Subhan Roza.

Berprestasi dengan Memanfaatkan Setiap Kesempatan
Selain etika Islami, mahasiswa baru juga didorong untuk memiliki semangat berprestasi. Menurut Dr. Ahmad Subhan Roza, dunia perguruan tinggi menyediakan banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Prestasi tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga dapat diraih melalui organisasi, olahraga, seni, kreativitas, kepemimpinan, penelitian, kewirausahaan, maupun berbagai kompetisi lainnya. Karena itu, mahasiswa baru diajak untuk tidak hanya datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, kemudian pulang. Masa kuliah harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mencoba, belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi.
Mahasiswa didorong untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengambil berbagai kesempatan positif yang tersedia di lingkungan kampus.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang hadir di kelas. Jadilah mahasiswa yang aktif, berani mencoba, berani berprestasi, dan mampu menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki,” demikian pesan yang disampaikan.
Tidak Hanya Berprestasi, tetapi Juga Berdampak
Pesan berikutnya yang ditekankan adalah pentingnya menjadi mahasiswa yang berdampak.
Prestasi yang diraih mahasiswa hendaknya tidak berhenti pada kebanggaan pribadi. Prestasi dan kompetensi yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Mahasiswa diajak membangun kesadaran bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah pada akhirnya harus dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Menjadi mahasiswa yang berdampak dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membantu teman, aktif dalam kegiatan sosial, berkontribusi melalui organisasi kemahasiswaan, menciptakan inovasi, berbagi pengetahuan, hingga menghasilkan karya yang bermanfaat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya bertanya “Apa yang saya dapatkan dari kampus?”, tetapi juga mulai bertanya “Apa yang dapat saya berikan untuk kampus dan masyarakat?”

Disampaikan Hangat dan Ceria, Dekat dengan Generasi Z
Penyampaian materi oleh Dr. Ahmad Subhan Roza berlangsung hangat, ceria, dan penuh kekeluargaan. Sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang efektif dengan mahasiswa baru yang mayoritas merupakan Generasi Z, materi disampaikan dengan gaya yang komunikatif, ringan, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa saat ini.
Suasana penyampaian materi tidak berlangsung kaku. Interaksi dengan mahasiswa dibangun melalui komunikasi yang dekat sehingga pesan-pesan tentang etika, prestasi, dan kontribusi dapat diterima dengan lebih mudah. Pendekatan tersebut juga menjadi gambaran bahwa FTIK berupaya membangun lingkungan akademik yang tidak hanya serius dalam pencapaian akademik, tetapi juga hangat dalam membangun relasi dengan mahasiswa.
Ketegasan terhadap nilai dan aturan dipadukan dengan pendekatan kekeluargaan. Dengan cara tersebut, mahasiswa baru diharapkan merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar FTIK sekaligus memahami tanggung jawab yang melekat pada status mereka sebagai mahasiswa.

Membangun Generasi Mahasiswa yang Berkarakter dan Memberi Manfaat
Materi yang disampaikan WD III menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian PBAK FTIK Tahun 2026. Setelah diperkenalkan dengan budaya akademik dan berbagai layanan fakultas, mahasiswa baru juga dibekali nilai-nilai yang diharapkan menjadi pedoman selama menjalani kehidupan kampus.
Beretika Islami, berprestasi, dan berdampak menjadi tiga pesan yang diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. FTIK UIN Jurai Siwo Lampung ingin mahasiswa tumbuh sebagai pribadi yang memiliki integritas, mampu mengembangkan kompetensi, aktif meraih prestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Bagi 591 mahasiswa baru FTIK Tahun 2026, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebagai mahasiswa bukan sekadar perjalanan menuju gelar akademik. Ini adalah perjalanan membentuk diri menjadi manusia berilmu, berkarakter, berprestasi, dan bermanfaat.
Beretika dalam setiap langkah, berprestasi dalam setiap kesempatan, dan berdampak melalui setiap karya
