Merancang Program TBI Berdampak: Gagasan Pengabdian Ecolinguistics untuk SMA/MA dan Arah Promosi PMB 2026

Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) ke depan tampaknya perlu semakin sering “turun ke lapangan”, tidak hanya sibuk dengan urusan kelas, kurikulum, dan administrasi akademik. Salah satu gagasan yang mulai mengemuka adalah merancang kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sederhana, relevan, namun memiliki arah yang jelas. Dari sinilah ide Program TBI Berdampak muncul sebagai sebuah rancangan awal yang direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2026.

Gagasan utamanya sebenarnya cukup dekat dengan dunia TBI itu sendiri, yaitu pembelajaran bahasa Inggris yang dikaitkan dengan isu-isu lingkungan. Pendekatan ecolinguistics dipilih karena hal ini sejalan dengan tema kementerian agama yaitu Ekoteologi. Jika diakitkan dengan visi keilmuan Prodi TBI, maka pembelajaran bahasa diajarkan dapat bersentuhan langsung dengan realitas sosial dan ekologis siswa SMA atau MA. Siswa diajak belajar bahasa Inggris sambil membicarakan lingkungan sekitar mereka, yaitu mulai dari persoalan sampah, kebersihan sekolah, kondisi alam setempat, hingga isu lingkungan global yang kini semakin sering mereka dengar.

Menariknya, gagasan pengabdian ini juga sejalan dengan penelitian yang sedang dikembangkan oleh salah satu dosen TBI, yaitu Linda Septiyana, M.Pd., yang berfokus pada pengembangan materi ajar bahasa Inggris berbasis eco literacy. Penelitian ini menjadi fondasi yang sangat potensial untuk diterapkan secara langsung di sekolah mitra. Materi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan bahasa, tetapi juga pada penguatan literasi ekologis siswa. Dengan demikian, pengabdian ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi ruang implementasi dan diseminasi hasil penelitian dosen TBI.

Dalam pelaksanaannya nanti, kegiatan pengabdian ini tidak harus dibuat rumit. Bentuknya bisa berupa mini workshop, pembelajaran berbasis proyek, diskusi ringan, atau aktivitas kreatif seperti membuat poster, slogan, atau kampanye lingkungan sederhana dalam bahasa Inggris. Dosen dan mahasiswa TBI hadir sebagai pendamping belajar yang membuka ruang dialog, bukan sekadar penyampai materi. Bagi mahasiswa, ini juga menjadi pengalaman belajar yang berharga karena mereka dapat melihat langsung bagaimana teori dan hasil penelitian diterapkan dalam konteks nyata.

Di sisi lain, kegiatan ini juga berpotensi mendukung agenda promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Tanpa perlu dikemas secara formal sebagai promosi, kehadiran TBI di sekolah-sekolah sudah menjadi bentuk pengenalan yang alami. Siswa dapat melihat langsung bagaimana pembelajaran bahasa Inggris di TBI tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan kebutuhan zaman. Pengalaman belajar semacam ini sering kali meninggalkan kesan yang lebih bermakna bagi para murid.

Pada tahap ini, Program TBI Berdampak masih berupa gagasan yang terus dimatangkan. Masih banyak ruang untuk diskusi, penyempurnaan konsep, dan penyesuaian dengan kebutuhan sekolah mitra. Namun yang jelas, arah program ini mencerminkan upaya TBI untuk menyinergikan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian, dalam satu kegiatan yang sederhana, relevan, dan bermakna. Harapannya, ketika benar-benar dilaksanakan pada 2026, program ini tidak hanya berjalan sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi praktik baik yang memberi dampak nyata bagi sekolah, mahasiswa, dan Program Studi TBI sendiri.

Ditulis oleh: Much Deiniatur

Merancang Program TBI Berdampak: Gagasan Pengabdian Ecolinguistics untuk SMA/MA dan Arah Promosi PMB 2026
Scroll to top