Dalam paparannya, Dr. Much Deiniatur membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) semakin berperan dalam pengajaran bahasa, termasuk pemanfaatan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Grammarly, dan Duolingo dalam meningkatkan keterampilan berbahasa. Ia juga menyoroti tantangan yang muncul, seperti etika penggunaan AI dalam pendidikan dan perlunya keseimbangan antara teknologi dan pendekatan pedagogis tradisional.

“AI dapat menjadi alat yang sangat membantu dalam pembelajaran bahasa, tetapi penggunaannya harus disertai dengan pemahaman yang tepat agar tidak menggantikan peran utama pendidik,” ujar Dr. Much Deiniatur dalam sesi diskusi.
Seminar ini mendapat respons positif dari para peserta yang antusias berdiskusi mengenai implementasi AI dalam pengajaran bahasa di era digital. Ketua STKIP Kumala Lampung, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dr. Much Deiniatur atas kontribusinya dalam memperkaya wawasan akademik di bidang teknologi pendidikan.
“Dengan adanya seminar ini, kami berharap para pendidik dan mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi yang pesat dan dapat memanfaatkannya secara bijak dalam dunia pendidikan,” kata Triyaningsih, panitia kegiatan tersebut.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif serta penyerahan sertifikat penghargaan kepada Dr. Much Deiniatur atas partisipasinya sebagai narasumber.