Exposure Konten Media Sosial dan Strategi PMB

Di era digital, media sosial bukan lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi telah menjadi ruang utama pembentukan persepsi dan daya tarik institusi pendidikan. Bagi Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Jurai Siwo Lampung, konten media sosial memiliki peran strategis dalam mendukung Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Tingkat exposure, yakni sejauh mana konten dilihat, dibagikan, dan dibicarakan menjadi indikator penting keberhasilan komunikasi dengan calon mahasiswa.

Pengalaman menunjukkan bahwa konten yang paling banyak mendapat exposure adalah konten yang bersifat visual, personal, dan relevan dengan masa depan calon mahasiswa. Salah satu jenis konten yang sangat menarik perhatian adalah konten prestasi dan akreditasi, khususnya pengumuman Prodi TBI yang telah terakreditasi unggul. Konten semacam ini memberi sinyal kuat tentang kualitas akademik, prospek lulusan, serta jaminan mutu, sehingga menjadi faktor rasional utama bagi calon mahasiswa dan orang tua dalam memilih program studi.

Selain itu, konten aktivitas mahasiswa, seperti kegiatan PPL, KKN internasional/nasional, lomba, seminar, hingga aktivitas berbasis lingkungan juga cenderung memperoleh engagement tinggi. Konten ini menampilkan wajah nyata perkuliahan TBI yaitu aktif, dinamis, dan kontekstual. Calon mahasiswa tidak hanya melihat apa yang dipelajari, tetapi juga bagaimana mereka akan “hidup” sebagai mahasiswa TBI.

Jenis konten lain yang memiliki exposure kuat adalah konten figuratif dan humanis, seperti profil dosen, testimoni alumni, dan kisah sukses lulusan. Testimoni alumni yang telah bekerja sebagai guru, akademisi, penerjemah, atau melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi mampu membangun emotional connection dan imajinasi masa depan calon mahasiswa. Konten ini menjawab pertanyaan krusial: “Setelah lulus dari TBI, saya bisa menjadi apa?”

Tidak kalah penting, konten video pendek (Reels/TikTok) dengan narasi ringan dan autentik terbukti lebih mudah menjangkau audiens muda. Video suasana kelas, praktik microteaching, penggunaan ICT dalam pembelajaran, hingga cuplikan keseharian mahasiswa TBI sering kali memperoleh jangkauan lebih luas dibandingkan konten informatif yang bersifat formal. Hal ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa lebih tertarik pada konten yang komunikatif dan dekat dengan realitas mereka.

Dalam konteks PMB, exposure tertinggi bukan hanya dihasilkan oleh konten yang “memberi tahu”, tetapi oleh konten yang membuat calon mahasiswa merasa terlibat dan membayangkan dirinya sebagai bagian dari Prodi TBI. Oleh karena itu, strategi media sosial Prodi TBI UIN Jurai Siwo Lampung perlu terus mengarah pada kombinasi antara prestasi institusional, aktivitas mahasiswa, figur inspiratif, dan kemasan visual yang kekinian. Dengan pendekatan tersebut, media sosial tidak hanya menjadi alat promosi, tetapi juga ruang narasi yang membangun kepercayaan dan ketertarikan calon mahasiswa terhadap Prodi TBI.

Ditulis oleh: Much Deiniatur (Kaprodi TBI UIN Jusila)

Exposure Konten Media Sosial dan Strategi PMB
Scroll to top