Glorifikasi Media Sosial sebagai Strategi Kunci PMB UIN Jurai Siwo Lampung

Di era digital, media sosial tidak hanya sekadar menjadi ruang hiburan dan interaksi antar individu, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu cara dalam membangun citra dan daya saing institusi pendidikan tinggi. Dalam konteks Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), glorifikasi media sosial, yakni upaya menampilkan capaian, prestasi, dan keunggulan institusi, menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan bagi UIN Jurai Siwo Lampung.

Calon mahasiswa generasi Z dan generasi alfa adalah generasi visual, digital-native, dan sangat dipengaruhi oleh narasi yang beredar di media sosial. Keputusan mereka memilih perguruan tinggi sering kali tidak hanya didasarkan pada pertimbangan akademik formal, tetapi juga pada persepsi reputasi, kebanggaan institusional, dan daya tarik simbolik yang dibangun melalui platform digital. Oleh karena itu, capaian-capaian strategis UIN Jurai Siwo Lampung perlu “dinaikkan kelasnya” melalui glorifikasi media sosial yang profesional dan masif.

Salah satu contoh konkret adalah capaian Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) yang telah terakreditasi Unggul. Status unggul bukan sekadar label administratif, melainkan representasi mutu akademik, tata kelola, kualitas dosen, dan daya saing lulusan. Jika capaian ini tidak diglorifikasi secara intens di media sosial melalui konten visual, testimoni alumni, infografik, hingga video pendek yang persuasif, maka nilai strategisnya dalam mendongkrak PMB menjadi tidak maksimal. Glorifikasi akreditasi unggul akan membangun persepsi bahwa memilih TBI UIN Jurai Siwo Lampung adalah pilihan rasional sekaligus prestisius.

Contoh lain yang tidak kalah penting adalah prestasi UIN Jurai Siwo Lampung yang meraih peringkat ke-4 Green Metric PTKIN dan peringkat ke-38 nasional. Capaian ini menunjukkan komitmen institusi terhadap keberlanjutan lingkungan, tata kelola kampus hijau, dan kesadaran ekologis global. Bagi calon mahasiswa, terutama yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, prestasi ini menjadi daya tarik kuat. Namun, tanpa glorifikasi media sosial yang tepat, prestasi tersebut berpotensi hanya menjadi data statistik internal yang kurang berdampak pada peningkatan minat pendaftar.

Glorifikasi media sosial dalam PMB bukanlah bentuk kesombongan institusional, melainkan strategi komunikasi akademik yang sah dan diperlukan. Perguruan tinggi lain telah lama memanfaatkan media sosial untuk membangun narasi keunggulan, bahkan sering kali lebih agresif dalam mengemas prestasi yang setara atau bahkan di bawah capaian UIN Jurai Siwo Lampung. Oleh karena itu, sikap rendah hati yang berlebihan justru dapat merugikan institusi dalam kompetisi nasional perekrutan mahasiswa.

Dengan pengelolaan media sosial yang terintegrasi antara humas, PMB, dan program studi, UIN Jurai Siwo Lampung dapat menjadikan glorifikasi prestasi sebagai energi positif. Narasi keunggulan TBI yang terakreditasi unggul dan prestasi Green Metric harus dikemas sebagai cerita keberhasilan kolektif yang membangkitkan rasa bangga, kepercayaan, dan ketertarikan calon mahasiswa.

Keberhasilan PMB di era digital sangat ditentukan oleh kemampuan institusi mengelola persepsi publik. Glorifikasi media sosial yang cerdas, etis, dan berbasis prestasi nyata akan menempatkan UIN Jurai Siwo Lampung bukan hanya sebagai pilihan, tetapi sebagai tujuan utama bagi calon mahasiswa yang menginginkan kualitas, reputasi, dan masa depan yang berkelanjutan.

Ditulis oleh: Much Deiniatur (Kaprodi TBI)

Glorifikasi Media Sosial sebagai Strategi Kunci PMB UIN Jurai Siwo Lampung
Scroll to top