
Bandar Lampung, 30 Juli 2025 — Dosen UIN Jurai Siwo Lampung, yakni Aisyah Sunarwan, M.Pd., Ahmad Madkur, Ph.D., dan Dr. Yuniarti, M.Pd. yang ketiganya merupakan tiga dosen Tadris Bahasa Inggris (TBI) ikuti Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengajar BIPA Berbasis SKKNI. Selain tiga dosen TBI, turut juga Nur Fauziah Fatawi, M.Hum (dosen bahasa Arab) dan Shely Nasya Putri, M.Pd. (dosen bahasa Indonesia) dalam kegiatan yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung tersebut. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 28 sampai 30 Juli 2025, bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung.

Workshop ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai universitas dan lembaga penyelenggara kelas Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) se-Provinsi Lampung. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme dan standar kompetensi pengajar BIPA sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi yang komprehensif dari narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain: Kebijakan Pengembangan SKKNI oleh perwakilan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; Peran Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Program BIPA di Provinsi Lampung yang disampaikan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung; Kebijakan Penerapan SKKNI oleh Prof. Liliana Muliastuti, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta), yang juga merupakan penasehat Asosiasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA); serta Praktik Pembelajaran BIPA oleh para pengajar BIPA dari dalam dan luar negeri.
Keterlibatan lima dosen dari UIN Jurai Siwo Lampung ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas institusi, khususnya dalam pengembangan program BIPA di lingkungan kampus. Workshop ini memberikan wawasan, keterampilan, serta jaringan profesional yang sangat bermanfaat untuk mendukung rencana implementasi dan peningkatan kualitas program BIPA yang sedang dikembangkan di UIN Jurai Siwo Lampung.

Melalui keikutsertaan ini, diharapkan UIN Jurai Siwo Lampung dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung diplomasi budaya melalui pengajaran Bahasa Indonesia kepada penutur asing, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan Program Studi Tadris Bahasa Inggris di tingkat nasional dan internasional.
