
Oleh Much Deiniatur
Beberapa waktu yang lalu, saat kami menyusun kurikulum baru yaitu kurikulum 2025 berbasis Outcome Based Education (OBE), muncul mata kuliah Educational Content Creator yang merupakan mata kuliah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung. Tentu banyak yang bertanya-tanya mengenai mata kuliah ini sebenarnya apa. Apakah nantinya kita akan hanya belajar membuat konten di social media ataukah hanya ikut tren di media social? Konten apakah yang akan kita pelajari dalam mata kuliah ini? Apakah dosen yang sering ngonten di tiktok akan menjadi dosen pengampu mata kuliah ini?
Kemudian saya mengingat-ingat konsep apa yang sesuai dengan mata kuliah ini, saya membuka beberapa artikel jurnal yang kebetulan saya menekuni teknologi pendidikan bahasa inggris, hingga saya bertemu dengan konsep yang disebut Informal Digital Learning of English (IDLE) atau konsep pembelajaran bahasa inggris berbasis teknologi di luar kelas secara informal.
Di era digital yang semakin berkembang pesat, pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya terbatas pada ruang kelas formal. Konsep Informal Digital Learning of English (IDLE) telah menjadi pendekatan yang relevan dan efektif untuk pembelajaran bahasa inggris di luar kelas (beyond the classroom). Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Jurai Siwo Lampung sudah mulai mengimplementasikannya secara aktif melalui media sosial resmi milik prodi, seperti Instagram (@bahasainggris_uinjusila), threads, YouTube, dan TikTok, meskipun masih belum begitu massif konten di dalamnya, karena memang membutuhkan waktu dan admin yang selalu aktif membuat konten.
Konsep IDLE memang sebenarnya merupakan belajar dari aktivitas kita sehari-hari Ketika memegang HP, kegiatan tersebut diantyaranya Adalah menonton video, membaca konten daring, atau berinteraksi di media social. Sebagai kaum terpelajar kita tidak hanya menggunakan medos hanya untuk hiburan, akan tetapi kita scroll konten-konten yang eduaktif, terutama kotan belajar bahasa Inggris. Prodi TBI seharusnya mampunmemanfaatkan peluang dari media social tersebut untuk menghadirkan konten edukatif dan menarik yang mendorong mahasiswa serta masyarakat umum untuk terus belajar bahasa Inggris secara santai sekaligus bermakna.
Konten-konten yang diunggah yang sering FYP (viral) biasanya English idioms of the day, tips belajar bahasa Inggris, vocabulary, pronunciation challenge, video pendek tentang public speaking, hingga mini podcast tentang belajar bahasa inggris yang menyenangkan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga kreator konten yang aktif, sehingga meningkatkan keterampilan
Dalam perkuliahan, mahasiswa bisa dibuatkan tugas untuk membuatkan konten-konten belajar bahasa inggris. Selain belajar bahasa inggris, konten tersebut juga dapat dijadikan ajang promosi Prodi Tadris Bahasa Inggris. Mahasiswa belajar menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari secara lebih otentik dan kontekstual. Strategi ini akan tercapai jika ada konsistensi dalam membuat konten secara aktif dan kreatif.
Membuat konten di media social memang tidaklah mudah. Dalam kegiatan ini harus ada kolaborasi yang intens antara dosen, pengelola media sosial prodi, serta partisipasi aktif mahasiswa. Dengan konsp ini pembelajaran tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga di ruang digital yang fleksibel dan menyenangkan.
